foto

Jalur Lingkar Nagreg, Jawa Barat. TEMPO/Subekti

Pemerintah Bangun Jalan Lingkar Gentong

TEMPO.CO, Bandung - Pemerintah pusat tengah membangun jalan lingkar untuk menyiasati tanjakan curam dan kelokan tajam di daerah tanjakan Gentong, Tasikmalaya, yang setiap terjadi puncak angkutan Lebaran menjadi sumber kemacetan. "Jalan lingkar itu berada 56 meter dari posisi jalan lama," kata Kepala Dinas Bina Marga Jawa Barat M. Guntoro saat dihubungi Tempo kemarin.

Guntoro menuturkan jalan lingkar yang tengah digarap tersebut mirip dengan jalan lingkar Nagreg, yang baru beres dibangun untuk menyiasati kemacetan parah di tanjakan Nagreg. Khusus untuk Gentong, jalan baru itu nantinya berdampingan dengan jalan lama, dan sebagian akan memotong kelokan tajam jalan lama tanjakan Gentong.

Dia mengungkapkan, jalan lingkar Gentong akan dibangun sepanjang 1,2 kilometer. Pekerjaannya sendiri sudah dimulai dan diperkirakan akan beres tahun depan. Total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 24 miliar. "Sekarang Rp 17 miliar dari APBN," katanya. "Tahun depan Rp 7 miliar, beres Gentong."

Jalan baru itu disiapkan dengan tanjakan lebih landai. Untuk membangun jalan tersebut, bukit yang berada di sisi jalan dipapras. Jalan baru itu akan melewati jembatan yang dibangun memotong tikungan tajam tepat di kilometer 97 jalan raya Malangbong-Ciawi. "Pas di tikungan itu," kata Guntoro.

Jalan lingkar itu ditargetkan rampung tahun depan. Jika jalan tersebut rampung, kendaraan yang melintasi tanjakan Gentong akan dibagi dua. Dari arah Tasikmalaya menuju Nagreg akan menggunakan jalan baru yang lebih landai dengan kelokan yang tidak tajam. Sedangkan kendaraan dari arah Nagreg menuju Tasikmalaya akan menggunakan jalan lama. "Nanti akan leluasa, tidak seperti sekarang," katanya.

Kemacetan di jalur selatan Jawa Barat setelah beroperasinya lingkar Nagreg bergeser. Titik macet di jalur selatan Jawa Barat bergeser dari Nagreg, salah satunya berada di tanjakan Gentong. Kelokan yang curam membuat banyak kendaraan kesulitan mengambil ancang-ancang untuk menyusuri tanjakan jalan yang curam itu.

Kepolisian Daerah Jawa Barat memasukkan rekomendasi pembenahan infrastruktur di tanjakan Gentong untuk menyiasati kemacetan parah di jalur selatan. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno sempat menyinggungnya dalam evaluasi angkutan Lebaran tahun ini.

Putut mengatakan tanjakan Gentong menjadi salah satu infrastruktur yang harus dibenahi berdasarkan pengalaman arus mudik dan balik Lebaran. Selain tanjakannya terjal, kata dia, tikungannya terlalu tajam. "Kami sarankan agar memperlebar dengan memapras tanggul bukit yang ada di situ," katanya kepada wartawan di Bandung, beberapa waktu lalu.

AHMAD FIKRI