Topik
Infografis
Polri Lacak Provokator Kerusuhan Ambon Lewat Facebook dan Twitter
TEMPO.CO, Jakarta - Polri kini memanfaatkan situs jejaring sosial untuk melacak identitas provokator kerusuhan di Ambon, 11 September silam. “Insya Allah Polri masih terus serius melacak SMS yang bersifat provokator, termasuk di Facebook dan Twitter,” kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam, Ahad, 18 September 2011.
Ia meminta masyarakat menunggu penyelidikan Polri dalam menemukan penyebar kabar simpang-siur mengenai tewasnya seorang tukang ojek, Darfing Saiman. “Tunggu saja hasilnya,” kata Anton singkat.
Pada 11 Setember lalu, di Kota Ambon pecah kerusuhan yang menyebabkan 7 orang tewas dan 65 orang mengalami luka-luka. Kerusuhan dipicu isu bahwa Darfing dibunuh di kawasan Gunung Nona, Kudamati, Ambon, sehari sebelumnya. Padahal, menurut pihak Polri, hasil otopsi menunjukkan Darfing meninggal karena kecelakaan tunggal.
ATMI PERTIWI





