foto

TEMPO/Amston Probel

Menteri Agama : Isu Reshuffle Tak Menarik

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan tidak berminat dengan topik pembicaraan tentang perombakan kabinet (reshuffle) yang kabarnya akan dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Apakah isu reshuffle menarik? Buat saya tidak menarik karena itu hak prerogatif presiden," kata dia sebelum rapat kerja dengan Komisi Agama DPR, Senin 19 September 2011.

Menurut Suryadharma, keputusan merombak susunan menteri di Kabinet Indonesia Bersatu jilid kedua menjadi wewenang penuh Presiden SBY. "Terserah presiden menentukan siapa, kapan, dan dari partai apapun yang direshuffle," ujar Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan ini. "Reshuffle tidak tergantung momentum, tapi karena adanya kebutuhan presiden."

Seperti dikabarkan sebelumnya, Presiden SBY dipastikan akan melakukan perubahan di Kabinet Indonesia Bersatu II. "Pada hari pertama di tahun ketiga (masa pemerintahan Yudhoyono), akan ada wajah baru dan komitmen baru yang menjadi identitas baru pemerintahan Presiden SBY-Boediono," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik, Daniel Sparingga, akhir pekan lalu.



 



Daniel menjelaskan bahwa pasangan Yudhoyono-Boediono mulai bekerja pada 20 Oktober 2009. Oktober ini, mereka akan memasuki tahun kerja ketiga. Menjelang waktu itu, Presiden sibuk mengevaluasi kinerja kabinetnya. Evaluasi meliputi kinerja, integritas, serta moralitas anggota kabinet. "Ini isu yang sangat sensitif, tapi tak bisa ditutup-tutupi bahwa pemerintah ingin perubahan," kata Daniel lagi.

Namun pihak Istana membantah langkah perombakan kabinet itu dilakukan sebagai jawaban atas desakan publik maupun merosotnya kepuasan publik terhadap kinerja kabinet Presiden SBY, seperti hasil sebuah survei. "Tidak juga karena survei mengatakan ini atau itu," kata Daniel dalam pesan pendek yang diterima wartawan.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali melansir hasil surveinya mengenai kepuasan publik terhadap kinerja SBY-Boediono di masa dua tahun pemerintahan pasangan ini. Menurut survei yang dipublikasikan, Ahad, 18 September 2011, kepuasan publik atas kinerja SBY-Boediono merosot drastis ke angka 37,7 persen. Mencuatnya kasus korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menjadi salah satu faktor penyebab turunnya kepuasan masyarakat itu. Selain itu, termasuk Menteri yang terkena isu moral dan poligami, yang bgerasal dari partai yang dipimpin Suryadharma, Partai Persatuan Pembangunan.

MAHARDIKA SATRIA HADI