TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo
Topik
Antisipasi Kelebihan Beras, Bulog Perbanyak Gudang
TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik akan menambah 11 gudang baru dalam rangka mempersiapkan realisasi program surplus beras 10 juta ton pada 2014. Saat ini Bulog telah memiliki 1.570 unit dengan kemampuan menyimpan gabah dan beras 4 juta ton.
“Itu 34 tahun lalu, perlu ada perubahan. Mulai tahun ini kami akan membangun gudang baru,” kata Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso usai retreat peningkatan produksi beras di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin 19 September 2011. Gudang Bulog yang baru ini untuk mempermudah distribusi dan penyerapan agar lebih efisien.
Di gudang itu nantinya Bulog juga akan membuat Unit Pengolahan Gabah dan Beras (UPGB). Saat ini Bulog hanya memiliki 135 unit UPGB di seluruh Indonesia. “Jika kami dituntut menyerap banyak gabah, jumlah 135 unit ini sangat kecil. Itu paling menampung ratusan ribu ton,” ujar Sutarto.
Sebanyak 11 gudang baru itu rencananya dibangun pada 2012. Ukuran gudang bergantung pada daerahnya. Ada daerah yang bisa dibangun gudang berkapasitas 1.000 ton, 2.000 ton, dan 3.000 ton. Dicontohkannya di Ciamis, Jawa Barat. Gudang yang ada di sana sekarang sangat kecil, tapi ada potensi lahan untuk mendirikan gudang baru. Dia melanjutkan gudang baru Bulog diharapkan tidak berasal dari pendanaan APBN, tapi diambil dari keuntungan Bulog.
Sutarto juga meminta pemerintah memperbaiki kebijakan terkait peningkatan produksi beras tahun depan. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian harus membuat rancangan peningkatan produksi secara terperinci. Dicontohkannya, harus disepakati kembali kemampuan tiap-tiap sentra produksi beras dalam mencapai target produksi nasional. Selain itu, hal yang harus dikerjakan dan jumlah anggaran di pemerintah daerah dan pusat. Setelah itu pemerintah menetapkan serapan beras di tiap daerah.
"Jika semua syaratnya sudah dipenuhi dan diberikan tapi daerah tak bisa menghasilkan sesuai dengan perencanaan tentunya pasti ada sanksi. Misalnya tahun berikutnya tak ada anggaran," ujarnya mencontohkan.
ROSALINA





