Demonstrasi anti pemerintah di Yaman. REUTERS/Khaled Abdullah
Topik
Yaman Tembak Mati 26 Demonstran
TEMPO.CO, Sanaa - Pasukan loyalis Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh menembak mati sedikitnya 26 demonstran di ibu kota Sanaa, Ahad, 18 September 2011.
Selain menewaskan lebih dari dua lusin pengunjuk rasa, tembakan peluru tajam aparat keamanan juga melukai ribuan lainnya. Para demonstran sengaja berunjuk rasa di jalan-jalan utama ibu kota menuntut Presiden Saleh mengundurkan diri setelah berkuasa selama 33 tahun.
Salah seorang jurnalis Yaman, Mohammad al Qadhi, mengatakan pemerintah mengerahkan penembak jitu untuk menembaki para demonstrans dari gedung-gedung tinggi. "Saya bertanya kepada salah seorang demonstran. Dia katakan, saya ditembak di bagian dada dan kaki, serta bagian tubuh lainnya," katanya.
Saksi mata lainnya mengatakan, pasukan keamanan dan sipil bersenjata menembaki pengunjuk rasa yang berada di Change Square, tempat mereka mendirikan tenda sejak Februari lalu untuk menuntut rezim ini mundur.
Selain ditembak dengan peluru tajam, jelas saksi, aparat juga menembaki dengan meriam air dan tembakan gas air mata. Jurnalis freelance, Tom Finn, mengatakan dia menghitung jumlah korban sedikitnya ada 16 mayat menumpuk di masjid dan hampir semuanya tewas akibat kepalanya tertembus peluru. "Hampir seluruh korban berusia di bawah 22 tahun. Bahkan, saya lihat ada yang berumur 16 tahun," ujarnya.
"Ada tiga orang dibawa ke rumah sakit di Sanaa dalam kondisi luka-luka. Salah seorang dokter mengatakan, hingga besok pagi, kemungkinan jumlah korban tewas bisa mencapai 50 orang."
Ahad dini hari, sejumlah saksi mata mengatakan, serdadu pemerintah menembakkan mortir ke Distrik Al-Hasaba di Sanaa, kawasan tempat tinggal pemimpin oposisi. Sheik Sadeq al-Ahmar mengatakan para pejuangnya tidak akan membalas tembakan setelah mereka dikuliti oleh Pengawal Republik. Dia katakan, dia tidak akan memberikan alasan apapun hingga Saleh melimpahkan kekuasaannya kepada dirinya.
AL JAZEERA | CA





