foto

Sejumlah demonstran yang terluka dirawat petugas kesehatan di rumah sakit, di kota Sanaa, Yaman, (18/9). Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya. AP/Hani Mohammed

Rusuh di Yaman, 6 Demonstran Tewas  

TEMPO.CO, Sanaa - Sebanyak enam demonstran dikabarkan tewas setelah sehari sebelumnya sedikitnya 26 pengunjuk rasa hilang nyawa menyusul demonstrasi menentang kepemimpinan Presiden Ali Abdullah Saleh, Senin, 19 September 2011.

Bentrokan yang menimbulkan kematian itu melibatkan pasukan keamanan dengan pengunjuk rasa di jalan-jalan utama ibu kota Yaman, Sanaa. Para demonstran menuntut Presiden Saleh mengundurkan diri setelah 33 tahun berkuasa. Selain menewaskan lebih dari dua lusin demonstran, ratusan lainnya terluka.

Menurut laporan media massa sedikitnya enam korban tewas akibat tembakan para sniper yang bersembunyi di atap gedung tinggi. Para penembak jitu mengarahkan peluru tajam ke demonstran yang berkumpul di Change Square.

"Tolong kami, ya Allah, lihatlah pembantaian kepadanya," ujar seorang ayah yang menyaksikan anaknya tewas akibat kepalanya ditembus peluru tajam.

"Kami berada dalam mobil di Jalan Hayel (dekat tempat kerusuhan). Saya keluar mobil untuk mendapatkan makanan dan meninggalkan dua anak saya di dalam kendaraan. Ketika kembali, saya mendengar anak saya tertua menjerit. Sebuah peluru tajam menembus kepala anak saya."

Abdu al-Janadi, Wakil Menteri Penerangan Yaman, menolak tuduhan bahwa rezim sengaja merancang serangan terhadap para demonstran. Dia justru menuduh "ada penyerang bersembunyi" untuk mendapatkan keuntungan.

"Serangan ini dipersiapkan oleh orang-orang yang memiliki keahlian, sehingga mereka mendapatkan sesuatu. Ini sebuah rencana untuk melawan seluruh rakyat Yaman," ujar al-Janadi kepada BBC.

AL JAZEERA | CA