Agus Martowardojo. TEMPO/Imam Sukamto
Menteri Keuangan Prediksi Risiko Krisis Tahun Ini Lebih Buruk
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo memprediksi potensi risiko krisis dunia saat ini lebih besar dari kondisi krisis global di tahun 2008. Pemerintah berencana mempersiapkan kebijakan stimulus fiskal, yang besarannya tidak berbeda jauh dibanding tahun 2009.
“Kalau perkembangan dunia itu menunjukkan perkembangan yang lebih buruk dan kita amati perkembangan yang sudah ada di Eropa terus menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai,” kata Agus di Istana Presiden, Senin 19 September 2011.
Menurutnya, meski kondisi perekonomian domestik Indonesia baik, krisis di negara lain akan berdampak secara tidak langsung ke Indonesia. “Karena besaran daripada risiko global (saat ini) bisa lebih besar dari kondisi di tahun 2008," katanya.
Ia mengatakan krisis 2008 menjadi pelajaran utama bagi perekonomian Indonesia. Yang perlu dijaga dari dampak ekonomi dunia, lanjut Agus, adalah dampak buruk terpukulnya peranan ekspor dan terpukulnya rencana investasi dari beberapa negara maju ke Indonesia.
Untuk itu pemerintah akan mempersiapkan suatu stimulus. Stimulus itu intinya akan menjaga domestik ekonomi Indonesia dari tertundanya foreign direct investment ke Indonesia. “Jadi kita akan memberikan perhatian kepada bentuk perkuatan ekonomi Indonesia dan perbaikan infrastruktur yang ini semua merupakan respons pemerintah apabila kondisi global itu memberatkan Indonesia,” ucap Agus.
Mengenai besarannya, Agus belum bisa mengumumkan ke publik. Tapi yang jelas, ungkap Agus, tidak akan berbeda jauh dengan stimulus fiskal yang diberikan 2009. “Nah itu kami sudah tahu, masak perlu diceritain, waktu 2008 dan 2009, kayak apa yang dilakukan pemerintah, nah kurang lebih seperti itu,” ujar Agus.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tidak mengkhawatirkan adanya pelemahan rupiah yang bisa mengancam. Ia mengatakan pelemahan itu hal yang wajar. "Temporary, tenang sajalah enggak usah panik," katanya. Ia menyatakan perekonomian Indonesia cukup kuat. "Reserve kita ada sedikit penurunan karena intervensi BI, ya, normal."
EKO ARI WIBOWO





