foto

Anggota dewan sebelum Rapat Paripurna dimulai, di Gedung MPR/DPR, Jakarta. TEMPO/Imam Sukamto

Semua Rekening Anggota DPR Diusulkan Diperiksa  

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edi mengusulkan sebaiknya seluruh anggota Dewan diperiksa terkait 21 temuan transaksi mencurigakan oleh Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan. "Lebih bagus seluruhnya anggota Banggar dan DPR diperiksa saja. Kalau cuma satu kan lucu," kata Tjatur di gedung DPR, Selasa, 20 September 2011.

Namun, menurut Tjatur, laporan PPATK adalah laporan keuangan transaksi tunai yang nilainya melebihi kewajaran, bukan mencurigakan. "Yang dijawab PPATK, 21 transaksi cash, transaksi yang nilainya melebihi kewajaran. Cash transaksi bisnisnya kan bisa, jual-beli bisa, dan bukan mencurigakan, jauh dari pidana," tandasnya.

PPATK, Kamis lalu, mengungkap ada 21 transaksi mencurigakan yang melibatkan seorang anggota Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat. Namun tak diungkap siapakah anggota Dewan yang dicurigai itu. Temuan ini juga telah disampaikan kepada DPR, Kamis lalu, atas permintaan lembaga itu.

Pimpinan DPR bahkan telah membahas temuan itu. "PPATK berjanji akan memberikan laporan yang lebih lengkap kepada DPR," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung, beberapa waktu lalu.

Sumber Tempo di Senayan menyebut bahwa laporan itu ada kaitannya dengan laporan Ketua DPR kepada Badan Kehormatan terhadap anggota Banggar, Wa Ode Nurhayati. Adapun permintaan Ketua DPR itu muncul setelah Wa Ode membeberkan dugaan mafia anggaran oleh anggota dan pimpinan DPR

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi III ini lantas menyebut orang-orang yang mengaitkan kader partainya agar berpolitik lebih halus. Ia pun mengaku tidak tahu mengapa nama Wa Ode disebut. "Ya kira-kira kenapa menurut kalian? Politiknya loh yang halus lagi," tuturnya.

RIRIN AGUSTIA