foto

TEMPO/Aris Andrianto

Siam Cement Berekspansi Bisnis Petrokimia  

TEMPO.CO, Bangkok - Raja industri nomor satu di Thailand, Siam Cement Group, berencana mengembangkan sayap bisnis petrokimianya ke Indonesia. Langkah tersebut sesuai dengan visi perusahaan sejak 2006.

"Kami akan terus berekspansi di Asia Tenggara," kata Presiden dan Chief Executive Officer Siam Cement Group, Kan Trakulhoon, di sela acara "Sustainable Development Symposium" di Bangkok, Thailand, Senin, 19 September 2011.

Trakulhoon enggan menyebut detail rencana perusahaan. Namun, akhir bulan lalu ia mengatakan kepada wartawan di Bangkok bahwa pihaknya tertarik mengakuisisi dua pabrik petrokimia di Indonesia.

Seperti diberitakan Reuters, Siam Cement ingin membeli saham PT Sulfindo Adiusaha. Ada kemungkinan perusahaan juga membeli saham PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Siam Cement telah memiliki beberapa perusahaan petrokimia di Indonesia, salah satunya PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama dengan porsi kepemilikan saham sebesar 20 persen.

Trakulhoon mengatakan Indonesia memiliki potensi pasar yang sangat besar di bisnis petrokimia. "Kami serius dengan ekspansi ini," ujarnya. Apalagi lebih dari setengah pendapatan perusahaan berasal dari bisnis petrokimia.

Siam Cement memiliki enam fokus bisnis utama, yaitu bahan kimia, kertas, semen, barang material bangunan, distribusi, dan investasi. Perusahaan baru saja menyelesaikan akuisisi dua produsen keramik di Indonesia.

Untuk mengakuisisi PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk dan PT Kokoh Inti Arebama Tbk, Siam Cement mengucurkan US$ 215 juta. "Kontribusi produksi dan pendapatan dari dua perusahaan itu belum terlalu besar bagi grup kami," ujar Trakulhoon.

SORTA TOBING