Chief of Retail Banking BRI Syariah Khairullah (kiri), Dirut BRI Syariah Ventje Rahardjo dan Pengamat Investasi Emas Endy J Kurniawan. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Topik
Infografis
Harga Emas Turun, Perbankan Syariah Diminta Waspada
TEMPO.CO, Jakarta - Senior Vice President Sharia Banking CIMB Niaga, U Saefudin Noer, mengatakan untuk saat ini perbankan syariah harus lebih waspada dengan kemungkinan turunnya harga emas. Menurut Saefudin, dalam perkembangannya memang ketika harga emas cenderung naik nilai yang dijaminkan juga akan meningkat.
"Nah yang perlu diantisipasi perbankan yang memberikan gadai syariah adalah ketika harga emas turun," ucapnya saat ditemui Tempo di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Selasa 20 September 2011.
Menurut Saefudin, perbankan Syariah harus mengeluarkan cadangan yang besar di mana harus menjual kembali emas yang dimiliki dengan harga yang sama ketika nasabah menggadaikannya. Dengan begitu menurutnya diperlukan mitigasi risiko yang baik dalam pembiayaan gadai emas.
Kemudian Saefudin mengatakan CIMB Niaga Syariah telah membina skema mitigasi risiko dengan baik, sehingga dirasa telah menyiapkan sebuah rasio pembiayaan terhadap nilai atau loan to value (LTV) yang cukup besar. Menurutnya, skema tersebut yakni loan to value yang diberikan CIMB Niaga itu kepada nasabah sebesar 80-85 persen dari nilai barang yang digadaikan. Jadi sisanya yang sebesar 15-20 persen merupakan beban yang ditanggung nasabah, "Jadi ada pegangan bagi bank," ujarnya.
Bank Indonesia melalui Direktur Perbankan Syariah, Mulya Siregar, mengatakan BI berencana membatasi pembiayaan gadai emas melalui perbankan syariah. Hal tersebut bertujuan agar perbankan syariah tidak hanya terfokus pada bisnis gadai emas. Selain itu, yang menjadi kekhawatiran adalah risiko terjadinya penggelembungan di gadai emas. Hal tersebut sangat beralasan bagi perbankan syariah karena beberapa bulan terakhir emas menjadi salah satu pilihan utama dalam investasi yang aman.
INDRA WIJAYA





