foto

Sejumlah demonstran yang terluka dirawat petugas kesehatan di rumah sakit, di kota Sanaa, Yaman, (18/9). Ribuan demonstran turun ke jalan menuntut presiden Ali Abdullah Saleh turun dari jabatannya. AP/Hani Mohammed

Korban Tewas di Yaman 50 orang  

TEMPO.CO, Korban tewas dalam kerusuhan dua hari di Yaman sejak Ahad, 18 September 2011, mencapai 50 orang, sedangkan yang menderita luka-luka ada 100 orang lebih.

Menurut sejumlah sumber di rumah sakit, sejumlah pria besenjata loyalis Presiden Ali Abdullah Saleh terus menembaki para demonstran antipemerintah di ibu kota Sanaa. Akibat serbuan peluru tajam, jumlah korban tewas hingga Senin kemarin mencapai 50 orang.

Saksi mata lain mengatakan, pasukan pemerintah dan para penembak jitu yang ada di atap-atap gedung menembaki aksi unjuk rasa damai yang berada di Change Square, tempat mereka mendirikan tenda sejak Februari lalu untuk menuntut pemerintah mundur.

"Demonstran juga disemprot dengan meriam air dan gas air mata. Mereka dipentungi sebelum petugas keamanan  memuntahkan peluruh panas dari senjata otomatis," ujar saksi mata.

Jurnalis Al Jazeera melaporkan dari Taiz, di kota ini dua orang meninggal tertembus peluru petugas, sedangkan 10 lainnya terluka akibat tembakan para loyalis Presiden Saleh.

Kendati banyak menimbulkan korban jiwa, pengunjuk rasa terus melanjutkan aksinya pada Senin, di kota dekat Taiz, Dhamar, dan Shawa. Seluruh kota-kota ini berada di Provinsi Saada.

Abdu al-Janad, Wakil Menteri Penerangan Yaman, kepada pers menolak tuduhan bahwa pemerintah telah merencanakan serangan terhadap demonstran.  Dia sebaliknya menuduh ada kelompok tersembunyi yang ingin memanfaatkan kerusuhan di negerinya.

"Seerangan ini telah dipersiapkan sehingga menimbulkan korban jiwa. Semuanya bakal mendapatkan perlawanan rakyat Yaman," kata al-Janadi kepada salah satu televisi Inggris.

AL JAZEERA | CA