foto

ANTARA/Rosa Panggabean

Batavia Prosperindo Rencana Right Issue Tahun Depan  

TEMPO.CO, Jakarta - PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) berencana untuk melakukan penawaran saham terbatas atau right issue pada akhir 2012. Ini untuk memenuhi aturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) bahwa perusahaan harus melepas 20 persen sahamnya ke publik setelah melakukan tender over.

"Kami tender over akhir tahun lalu. Dua tahun setelah itu, kami harus melepas saham ke publik sebesar 20 persen," ujar Direktur Utama PT Batavia Prosperindo, Markus Dinarto Pranoto, di kantornya, Rabu, 21 September 2011.

Saat ini, menurut dia, saham perseroan yang beredar di publik sekitar 5,2 persen. Setidaknya tahun depan perseroan harus melepas kembali sahamnya ke publik sekitar 15 persen.

Meski seperti itu, menurut Markus, pihaknya belum mengkaji mengenai hal tersebut. Perseroan pun memiliki opsi lain selain menawarkan saham terbatas ke publik pada akhir tahun depan. Mungkin tahun depan kami baru mengkaji. Bisa right issue atau delisting," kata dia.

Perseroan, menurutnya, akan melihat kebutuhan pendanaan pada tahun depan. Saat ini, pinjaman perseroan ke perbankan terbilang masih kecil. Tingkat utang perseroan sampai saat ini masih 3,5 kali. Padahal, batas maksimal perseroan untuk meminjam hingga 10 kali. "Kalau leverage (tingkat utang) makin tinggi, kami harus right issue," kata Markus.

Hingga Agustus 2011, kata dia, perusahaan pembiayaan untuk kendaraan beroda empat itu telah memberikan pembiayaan sebesar Rp 413,87 miliar. Ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar Rp 356,11 miliar. "Hingga akhir tahun, plafon pinjaman kami masih ada sekitar Rp 500 miliar," ujar Markus.

SUTJI DECILYA