whitneys-corner.livejournal.com
Topik
Infografis
Sri Lanka Buka Lowongan Algojo
TEMPO.CO, Pemerintah Sri Lanka segera membuka lowongan algojo. Algojo ini bekerja menyiapkan tiang gantung dan melaksanakan eksekusi hukuman di tiang gantung. Sri Lanka membutuhkan algojo karena algojo sebelumnya naik pangkat menjadi penjaga penjara.
Algojo atau eksekutor hukuman gantung yang disebut ‘Alugoshuwa’ akan ditempatkan di penjara paling terkenal yang berada di Colombo, Welikada. Berdasarkan catatan, Sri Lanka belum pernah melaksanakan eksekusi mati sejak 1976 meskipun eksekusi mati tetap merupakan pilihan sah.
Algojo yang bertugas sekarang ataupun algojo sebelumnya tidak pernah menggantung orang. Dari waktu ke waktu pemerintah mengumumkan rencana memulai hukuman gantung lagi tetapi hingga saat ini tidak terwujud.
Sejauh ini terdapat 357 terpidana yang dijatuhi hukuman mati namun kepala penjara Sri Lanka P.W. Kodippilli mengatakan kepada BBC bahwa pembukaan lowongan algojo ini bukan berarti akan ada eksekusi mati. "Tapi secara teori eksekusi mati bisa saja terjadi bila melihat banyaknya terpidana hukuman mati," lapor Charles Haviland.
Menurut Kodippili semua peralatan yang diperlukan sudah siap. Juru gantung yang sedang bertugas sekarang, yang namanya tidak diumumkan, memulai karirnya sebagai algojo pada usia 22 tahun. Dia menggantikan tugas ayahnya sembilan tahun lalu.
Dalam wawancara beberapa tahun lalu, dia mengatakan kemiskinan memaksanya menerima pekerjaan ini. Meski dia meyakini hukuman mati bagi kejahatan-kejahatan paling buruk, algojo itu merasa beruntung tidak harus menggantung terpidana selama masa karirnya.
Dia mengakui tiang gantung membuatnya gelisah. "Setiap orang berpendapat algojo adalah pria yang tidak mempunyai perasaan. Ini salah," katanya seperti dikutip media. Selama ini dia menjalankan tugas administrasi dan telah berjanji tidak akan mengizinkan anak-anaknya meneruskan pekerjaannya.
BBC | DAILY MIRROR | PGR





