foto

TEMPO/Gunawan Wicaksono

Gempa 5,5 Richter, Warga Bengkulu Panik  

TEMPO.CO, Bengkulu - Gempa berkekuatan 5,5 pada skala Richter (SR) terjadi di 83 kilometer barat laut Bintuhan, Bengkulu, Kamis, 22 September 2011. Meski tidak berpotensi tsunami, gempa tersebut membuat masyarakat setempat panik.

"Getaran gempa terjadi pada pukul 17.20 WIB pada kedalaman 114 kilometer terasa hingga Kota Bengkulu berjarak 250 kilometer. Tidak berpotensi tsunami, warga tidak perlu panik," ujar Kepala BMKG Bengkulu Dadang, Kamis, 22 September 2011.

Getaran gempa tersebut sempat membuat beberapa warga berhamburan ke luar rumah karena secara kebetulan sedang menunggu datangnya salat Magrib. "Kami dan anak-anak sempat berlarian dari dalam rumah ketika merasakan getaran gempa," ujar Rafi''I, salah seorang guru di Kabupaten Kaur.

Menurutnya, meskipun getaran gempa berskala kecil tetap terasa. Pasalnya, daerah tempat tinggalnya, Desa Way Hawang, merupakan salah satu kawasan dekat dengan patahan sesar Indoaustralia dan pernah porak poranda pada gempa besar sebelumnya.

Warga sangat sensitif kalau ada getaran gempa dan langsung berupaya mengamankan diri ke lokasi lebih tinggi bersama keluarga. Namun, kali ini getaran hanya sepintas dan kembali melanjutkan aktivitas.

Di Kota Bengkulu getaran gempa tersebut tidak begitu dirasakan oleh masyarakat kota, sebagian kecil ada juga masyarakat yang merasakan getaran tersebut.

Kepala BMKG Kepahiang Bengkulu mengatakan, lebih sering getaran gempa itu makin baik karena menguras energi dan terhindar dari ancaman gempa berskala besar seperti tahun 2000 dan 2007.

Pada 2000, Bengkulu diguncang gempa 7,3 SR dan pada 2007 diguncang gempa besar berkekuatan 7,9 SR. Gempa tersebut merusak ribuan rumah penduduk dan menelan ratusan korban jiwa serta kerugian mencapai ratusan miliar rupiah.

PHESI ESTER