Hatta Rajasa. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Hatta : Reshuffle Bukan untuk Galang Dana 2014
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa membantah anggapan rencana perombakan kabinet dilakukan dalam rangka menggalang dana persiapan Pemilihan Umum 2014. Menurutnya, perombakan kabinet ini untuk mempercepat akselerasi pemerintahan. "Waduh, itu suatu penilaian yang sangat tidak benar," katanya di kantor Presiden, Jumat, 23 September 2011.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PKS Anis Matta menuding reshuffle yang akan dilakukan presiden adalah untuk penggalangan dana dalam rangka menghadapi Pemilu 2014.
"Kami menangkap gelagat, ini sih targetnya fund rising. Anda boleh itu tulis besar-besar. Targetnya fund rising, bukan perbaikan kinerja," kata Anis. Untuk membaca tanda-tanda itu, kata Anis, bisa dilihat dari bagaimana susunan kabinet baru jika memang terjadi reshuffle. "Karena yang mau diganti di tempat basah semua," tambah Anis.
Hatta mengaku ikut diajak bicara dengan Presiden dan Wakil Presiden. Namun, kapasitasnya sebagai Menteri Koordinator Perekonomian, bukan Ketua Umum Partai Amanat Nasional. "Kalau Menko, kan, selalu diajak bicara Presiden," katanya. Bergulirnya wacana reshuffle ini untuk sementara tidak mengganggu kinerja menteri. Ditanya soal kekompakan di sekretariat gabungan, Hatta memastikan tidak ada gangguan.
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparinga juga sebangun dengan pernyataan Hatta. Menurutnya, tidak ada gangguan dalam kinerja kementerian. "Saya tidak melihat suasana semurung itu di lingkungan kabinet. Kali ini kelihatannya lebih siap menerima hal yang baik," katanya.
Soal sejumlah nama yang disebut-sebut berpindah dan berganti, Daniel menolak berkomentar. "Nama-nama itu, saya terkejut banyak pengamat dan narsumnya," katanya. Ia memastikan memasuki tahun ketiga pemerintah, Presiden akan memiliki tim yang baru.
EKO ARI





