foto

ANTARA/Hisar Sitanggang

Program Truk Murah Bikin Irit Ongkos Logistik  

TEMPO.CO, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memangkas ongkos logistik jalur darat dengan program truk murah. “Biaya logistik mencapai 17 persen dari harga jual. Kami ingin pangkas menjadi 10 persen,” kata Wakil Ketua Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik, Natsir Mansyur, di Jakarta, Jumat, 23 September 2011.

Ongkos logistik paling besar terjadi pada jalur darat yang menggunakan truk. “Umur truk sudah ada yang hingga 15 tahun dan banyak yang memakai sistem kanibal,” katanya. Sedangkan harga sebuah truk baru saat ini berkisar di atas Rp 600 juta. Ini yang menyebabkan nilai investasi cukup tinggi.

Program truk murah dimulai Kadin dengan membentuk tim peninjauan logistik darat. Tim tersebut akan melakukan penghitungan yang mungkin dilakukan dalam menekan harga jual truk yang dikeluarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). “Jangan sampai seperti harga pasar, harus lebih murah,” ujar Natsir.

Hasil penghitungan ini akan memberi jalan langkah. “Bisa dilakukan pembayaran pajak oleh pemerintah, atau menghitung suku cadang, atau memberi insentif kepada produsen truk agar harga tidak mahal,” katanya. Dengan harga truk saat ini, pengusaha baru bisa mengembalikan modal dalam waktu sekitar tujuh tahun.

Kebutuhan truk nasional mencapai 30 ribu unit per tahun, yang sekitar 10 ribu unit untuk operasi di Jakarta dan sekitarnya. Kebutuhan ini terjawab setelah Gaikindo menyatakan mampu memproduksi 60 ribu unit per tahun. Sedangkan truk dengan GVW di atas 24 ton tetap akan dibuka kemungkinan impor karena produksi dalam negeri masih sedikit.

FRANSISCO ROSARIANS