Ditemukan Candi Budha di Dekat Komplek Hindu

Ditemukan Candi Budha di Dekat Komplek Hindu

Mahasiswa melakukan dokumentasi pemetaan di area situs Candi Palgading di dusun Palgading, desa Sinduharjo, kecamatan Ngaglik, kabupaten Sleman, Yogyakarta, Jumat (23/9). Sebanyak empat candi Buddha yang ditemukan tahun 2006 ini diperkirakan berasal dari abad ke 9 atau 10 dan tertimbun sedalam 2 meter dari permukaan tanah. TEMPO/Suryo Wibowo

TEMPO.CO, Yogyakarta - Tiga candi Budha ditemukan di dekat komplek candi Hindu di Dusun Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, Candi itu berada tidak jauh dari Situs Kimpulan di kawasan kampus Universitas Islam Indonesia. "Adanya candi Budha yang berdekatan dengan komplek candi Hindu menandakan keharmonisan beragama zaman dulu," kata Wahyu Astuti, Ketua Kelompok Kerja Pemugaran Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Yogyakarta, Jumat, 23 September 2011.

Ketua tim ekskavasi situs Palgading itu menjelaskan, komplek candi Budha yang ditemukan itu berada di jarak tidak lebih lima kilometer dari komplek candi Hindu di situs Kimpulan. Ini menunjukkan adanya sinkretisme agama atau toleransi beragama.

Situs Palgading merupakan candi yang bercorak dan berciri khas agama Budha. Hal ini terlihat dari bentuk patung dan bebatuan yang berbentuk stupa kecil. Diperkirakan candi itu dibuat pada abad ke-9 hingga abad ke-10 Masehi.

Di situs tersebut ditemukan arca Awalokiteshwara, yaitu simbol Budhisatwa dalam penyembahan sang Budha. Saat proses ekskavasi dilakukan, ditemukan bangunan candi baru yang bersebelahan dengan candi lainnya. Selain Arca Awalokiteshwara, tim juga menemukan gerabah, namun sudah tidak utuh lagi. Pada candi di sisi utara juga terdapat stupa berukuran besar, sedangkan prasasti dalam candi belum ditemukan.

Menurut temuan tim, luas bangunan candi yang berhasil diketahui baru tiga bangunan. Candi paling selatan seluas 13,23 meter X 17 meter, candi di tengah seluas 8,6 meter X 6,35 meter, dan candi sisi utara seluas 8,85 meter X 8,85 meter.

Dijelaskan, menurut catatan penjajah Belanda, di daerah itu pada 1925 juga pernah ditemukan sebuah stupa di dalam candi. Namun, hingga saat ini, tim belum bisa menemukan lokasi stupa yang disaebut Belanda tersebut. "Temuan stupa di Palgading sangat beda dengan catatan Belanda. Stupa ini sangat besar," kata Wahyu.

Sebenarnya, situs Palgading sudah ditemukan sejak tahun 2006. Kemudian diterjunkan tim arkeolog dan saat ini memasuki tahap ekskavasi kedua. Penggalian situs tersebut masih akan berlangsung hingga akhir September ini. Selanjutnya baru akan disusun laporan lengkap oleh tim.

MUH SYAIFULLAH


Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Wajib Baca!
X