TEMPO/ Zulkarnain
Infografis
Jakarta Berfokus Bangun Busway
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mau tetap berfokus pada pembangunan moda transportasi jenis bus rapid transit (BRT) atau busway dan mass rapid transit (MRT). Penegasan ini diberikan guna menanggapi adanya tawaran alternatif baru moda transportasi berupa straddling bus menyusul dibatalkannya proyek monorel yang mangkrak selama tujuh tahun.
"Kami berfokus pada dua hal itu (BRT dan MRT). Keduanya berkapasitas besar," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono ketika dihubungi kemarin.
Pristono menjelaskan MRT punya kelebihan dari segi kapasitas dan kecepatan, meskipun investasinya cukup besar. Diproyeksikan pembangunan tahap pertama dari angkutan massal itu dengan rute Lebak Bulus-Bundaran HI rampung dan sudah bisa dioperasikan pada 2016.
Adapun busway, sekalipun kapasitas tak terlalu besar, tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk pembangunannya. "Kami terus mengembangkan BRT, termasuk untuk mengganti teknologi monorel," katanya.
Khusus untuk pengganti monorel, Pristono menunjuk teknologi BRT elevated atau busway berupa jalan layang. Pembangunannya direncanakan dimulai awal tahun depan dan sudah akan selesai pada 2014. Nantinya akan ada dua jalur mengikuti rute awal monorel di jalur hijau yang melingkari kawasan bisnis Jakarta sejauh 14,8 kilometer.
Pristono tak menampik kabar bahwa sepekan yang lalu sebuah konsorsium bernama PT Infiniti Wahana memaparkan alternatif baru di hadapan Gubernur untuk mengurangi tingkat kemacetan di Jakarta. Mereka menawarkan teknologi bus yang berjalan di atas rel (straddling bus). "Tapi belum ada penawaran secara resmi untuk kami pelajari," katanya.
Menurut Pristono, straddling bus merupakan teknologi baru yang harus dipelajari terlebih dulu. Beda dengan jalan layang untuk busway. "Pertimbangan kami untuk memilih moda transportasi tak hanya pada harga dan kapasitas, tapi juga pada perawatan, pembangunan, dan penyesuaian infrastruktur yang sudah ada," ujarnya.
Secara terpisah, Luli Widharmadi, CEO PT Zebra Nusantara Tbk--perusahaan yang digandeng dalam PT Infiniti Wahana--mengungkapkan bahwa tim teknis dari Cina sudah datang ke Indonesia dan memberi arahan beberapa waktu lalu. Untuk tahap awal, diusulkan trayek yang akan dibangun adalah Blok M-Kota.
Bus yang "mengangkang" karena mobil-mobil jenis lain masih bisa melintas di kolongnya itu bisa terdiri atas beberapa gerbong. Tiap gerbong setara 10 bus Kopaja. Menggunakan tenaga surya sebagai sumber energinya, bus itu bisa mengangkut hingga 1.200 penumpang sekali jalan.
"Teknologi ini solusi masa depan mengatasi kemacetan kota, bahkan masuk dalam ''50 Best Inventions 2010'' versi majalah Times," kata Luli.
AMANDRA MUSTIKA | ARYANI KRISTANTI | WURAGIL





