remacle.org
Topik
Perahu Tenggelam di Perairan Pulau Raas, 13 Tewas
TEMPO.CO, Sumenep - Perahu layar motor Putri Tunggal bermuatan 40 orang tenggelam di Perairan Pulau Raas, Kabupaten Sumenep, Sabtu, 24 September 2011, sekitar pukul 07.00. Akibatnya, 13 penumpang tewas.
Tim SAR dari Kepolisian Resor Sumenep, Jawa Timur, hingga saat ini masih terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban. Kepala Kepolisian Resor Sumenep, Ajun Komisaris Besar, Susanto mengatakan tim tersebut berjumlah 12 orang. Untuk mencapai lokasi kecelakaan dibutuhkan waktu 8 jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tempo, pada Jumat malam perahu tersebut berangkat dari Pulau Gowa-gowa ke Pulau Tanduk. Perahu itu dikabarkan membawa orang untuk pesta pernikahan di Pulau Tanduk. Mereka menginap ke Pulau Tanduk Jumat malam. Pada Sabtu pagi, perahu tersebut hendak kembali ke Pulau Gowa-gowa. Namun, perahu tersebut tenggelam.
Susanto berharap, tim pencari bisa segera sampai di lokasi kecelakaan kapal antara Pulau Gowa-gowa dan Pulau Tanduk, Kecamatan Pulau Raas. Sebab, berdasarkan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, cuaca di selat Sulawesi kurang baik dan cenderung buruk karena disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
"Kalau cuaca tidak baik, kami tidak bisa memaksa tim untuk terus bergerak," katanya.
Soal penyebab kecelakaan, Susanto belum bisa memastikan. Namun berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, saat kecelakaan perahu Putri Tunggal bermuatan 40 orang, 13 di antaranya ditemukan tewas, 14 orang selamat, dan sisanya belum diketahui nasibnya.
"Kami belum bisa memintai keterangan korban selamat," pungkasnya.
MUSTHOFA BISRI





