foto

TEMPO/Prima Mulia

Kilau Emas Mulai Memudar

TEMPO.CO, New York — Kilau emas mulai memudar, harganya anjlok 5,85 persen dibursa komoditas New York akhir pekan lalu. Emas, yang sebelumnya menjadi safe haven (tempat yang dianggap paling aman memarkirkan dana investasi) kini mulai ditinggalkan oleh investor.

Gejolak yang terjadi dipasar finansial global memaksa harga emas anjlok cukup sangat dalam Jumat lalu. Investor yang dilanda kepanikan langsung mengalihkannya investasinya di komoditas emas kedalam uang tunai untuk mengurangi kerugian. Walhasil, harga emas kembali berada di level SU$ 1.600 per troy ounce.

Harga emas untuk kontrak bulan Oktober pada hari Jumat lalu ditutup terkoreksi US$ 101,7 (5,85persen) ke level 1.637,7 per troy ounce. Penurunan ini merupakan yang terbesar dalam persen sejak Juni 2006 dan terbesar dalam dolar sejak 24 Agustus lalu. Dalamse pekan, harga emas telah turun 9,7 persen, terburuk sejak Februari 1983, menurut data FactSet Research Inc.

Pada hari kamis lalu harga emas juga turun 3,7 persen setelah bank sentral AS mengumumkan rencana pembelian obligasi senilai US$ 400 miliar untuk mendorong pemulihan ekonomi.

Jika anggota negara maju yang tergabung dalam anggota (G7) tidak segera melakukan suatu kebijakan untuk menenangkan investor, maka pasar akan kembali bergejolak. Investor beranggapan bahwa saat ini dipasar komoditas maupun saham sangat beresiko dan lebih memilih untuk memegang uang tunai atau obligasi AS.



“Kami telah melepas portofolio di komoditas emas kemarin,” kata Jim Steel, analis logam mulia dari HSBC di New York. Tekanan yang terjadi dipasar uang membuat investor mengalihkan investasinya ke dalam obligasi dan dolar AS.



Harga perak pada hari Jumat lalu juga merosot US$ 6,48 (15,19 persen) menjadi US$ 30,1 per troy ounce, kelevel terendahnya sejak 11 Februari 2011. Bahkan harga perak sempat anjlok hampir 18 persen dalam satu hari, yang merupakan penurunan terburuknya sejak tahun 1984, menurut data FactSet Research Inc. Harga logam mulia lainnya, platinum juga turun US$ 97,4 (5,7 persen) menjadi US$ 1.613,2 per troy ounce.

Merosotnya harga logam mulia dipicu oleh pernyataan menteri keuangan dan pejabat bank sentral dari kelompok G20 yang akan mendorong perekonomian dan berkoordinasi untuk menghentikan krisis keuangan zona eropa. Para pemimpin Eropa berjanji untuk meningkatkan fleksibilitas dana talangan bagi kawasan dan memaksimalkan pencegahkan agar tidak meluas.

Anjloknya harga emas akhir pekan lalu juga didorong oleh kekhawatiran bahwa Yunani akan mengalami gagal bayar dan meminta potongan keringanan utang kepada para kreditornya sebesar 50 persen seperti yang dilansir salah satu harian Yunani.

MARKETWATCH/VIVA B. KUSNANDAR