Topik
Penyerapan Anggaran Diharapkan Meningkat Kuartal IV
TEMPO.CO, Jakarta - Realisasi anggaran 2011 diharapkan dapat meningkat di kuartal keempat tahun ini. "Pemerintah harus melakukan terobosan agar realisasi dan kualitas penyerapan anggaran 2011 meningkat di kuartal keempat," kata anggota Komisi Keuangan DPR RI, Kemal Azis Stamboel, melalui keterangan tertulis, Senin 26 September 2011.
Sampai akhir Agustus lalu, ujar Kemal, realisasi anggaran belanja negara masih rendah, baru mencapai 51,3 persen. Sementara realisasi belanja modal tercatat baru sebesar 26,9 persen. "Padahal penyerapan anggaran ini sangat penting untuk mendorong laju pembangunan ekonomi nasional," ucapnya.
Kemal menilai perlu adanya koordinasi antara Kementerian Keuangan dan kementerian teknis serta pemerintah daerah agar dapat dicari terobosan baru terhadap permasalahan tersebut. "Sayang sekali kalau sumber daya yang sudah tersedia ini tidak dioptimalkan," katanya.
Menjelang akhir kuartal ketiga 2011, surplus anggaran pemerintah semakin besar karena realisasi penyerapan anggaran pemerintah belum maksimal. Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, Agus Suprijanto, sempat menyatakan surplus anggaran hingga pertengahan September 2011 mencapai Rp 74,3 triliun.
"Meningkat dari akhir Agustus lalu, di mana surplus anggaran tercatat sebesar Rp 41,01 triliun," ujarnya. Surplus tersebut berasal dari pendapatan negara sebesar Rp 774,9 triliun atau 66,2 persen dari pagu APBNP 2011 dan realisasi belanja negara sebesar Rp 700,6 triliun.
Menurut Kemal, surplus anggaran yang terlalu besar dan nantinya menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) tidak baik karena ada pembangunan infrastruktur yang seharusnya selesai menjadi terbengkalai.
"Padahal setiap kemunduran realisasi pembangunan infrastruktur akan mengurangi daya dukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pembukaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan rakyat," katanya.
Jika kemunduran tersebut dibiarkan, daya saing Indonesia akan semakin tertinggal dengan negara-negara lain. Tahun ini daya saing Indonesia sudah turun dua peringkat menjadi peringkat 46 dari peringkat 44 pada tahun lalu. "Dan ini salah satunya berkaitan dengan infrastruktur. Ini harus menjadi catatan penting," ujar Kemal.
Kemal menyatakan pihak-pihak yang bertangung jawab atas eksekusi belanja modal, terutama yang berkaitan dengan infrastruktur, harus serius agar nanti bisa merealisasikannya dan tidak menyia-nyiakan dana yang sudah dialokasikan.
PRIHANDOKO





