Puluhan Ternak Mati Misterius, Warga Trenggalek Resah  

TEMPO.CO, Trenggalek - Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek menyelidiki kematian puluhan ternak warga secara misterius. Binatang tersebut mati dengan perut terkoyak hingga menimbulkan ketakutan warga.

Sekretaris Dinas Peternakan Trenggalek Joko Setiyono mengatakan puluhan ternak milik warga di Kecamatan Watulimo ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan. Tubuh mereka terkoyak seperti dicabik-cabik binatang buas. "Sampai sekarang sudah lebih 50 hewan yang mati," kata Joko, Senin, 26 September 2011.

Peristiwa ini, menurut Joko, sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir. Warga di Desa Watulimo, Gemaharjo, dan Sebo menemukan ternak mereka seperti kambing dan kelinci tewas dengan luka terbuka. Sebagian isi perut dan daging mereka hilang seperti bekas dimakan binatang buas.

Hingga kini petugas Dinas Peternakan masih menyelidiki peristiwa ini. Dari bekas luka di tubuh ternak diduga binatang itu dimangsa serigala atau anjing hutan. Hal itu didasarkan pada lokasi permukiman yang tak jauh dari kawasan hutan. "Mungkin kemarau yang panas ini memicu hewan buas turun," kata Joko.

Sementara itu kecemasan melanda warga di Kecamatan Watulimo yang berdekatan dengan kawasan hutan. Mereka khawatir kampung tersebut menjadi incaran harimau meski belum pernah ada yang menyaksikannya. "Tahu-tahu mati tanpa diketahui makhluk apa yang membunuhnya," ujar Kusmianto, warga Watulimo.

Dia menjelaskan hewan-hewan itu mati saat berada di kandang. Selama ini warga menempatkan kandang ternak jauh dari permukiman dan cenderung mendekati hutan. Hal ini untuk memudahkan peternak mencari pakan binatang peliharaan mereka. Akibat peristiwa tersebut, warga melarang anak-anak keluar di malam hari dan melakukan ronda malam.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Trenggalek Yoso Miharjo telah meminta petugas teknis Dinas Peternakan melakukan investigasi. Dia juga melarang warga memindahkan binatang yang mati untuk mengidentifikasi pemangsanya. "Dugaan kami mengarah pada anjing hutan," katanya.

HARI TRI WASONO