foto

Sejumlah anggota polisi bersenjata lengkap, berjaga di sekitar lokasi peristiwa bom bunuh diri di Gereja GBIS Kepunton, Solo, Jateng, Minggu (25/9). Akibat bom tersebut tersangka pelaku tewas dan sedikitnya 22 lainnya dilarikan ke rumah sakit . ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Pascabom, Pengamanan Pertemuan Parlemen Asia Ditingkatkan  

TEMPO.CO, Solo - Kepolisian Resor Kota Surakarta bakal menambah personel dalam pengamanan Asian Parliamentary Assembly pada 28 dan 29 September 2011 di Hotel The Sunan Solo. Mereka juga telah mulai melakukan sterilisasi di sekitar lokasi pertemuan.

Pantauan Tempo, sejumlah anggota Brigade Mobil telah berjaga di berbagai sudut dengan senjata lengkap. Pemeriksaan bagi pengunjung dilakukan secara berlapis.

Semula, kepolisian akan menerjunkan 640 personel untuk mengamankan kegiatan tersebut. “Namun, kami memutuskan untuk menambahnya,” kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Surakarta, Ajun Komisaris Sis Rani, Selasa, 27 September 2011.

Penambahan personel berkaitan dengan adanya kegiatan pawai dalam pembukaan acara itu. “Sterilisasi juga sudah kami lakukan sejak hari ini,” kata Sis.

Sebab, saat ini delegasi dari beberapa negara sudah tiba. Mereka merupakan perwakilan parlemen dari Iran, Brunei, Kamboja dan Cina.

Sedangkan juru bicara Hotel The Sunan Solo, Retno Wulandari, menyatakan jika semua delegasi sudah melakukan konfirmasi kedatangan. “Hampir dapat dipastikan tidak ada pembatalan,” kata Retno.

Wali Kota Joko Widodo menyebutkan, sebanyak 1.665 orang akan ikut dalam pawai yang diselenggarakan sebagai acara pembuka pertemuan pimpinan parlemen tingkat Asia tersebut. Pawai tersebut akan diikuti oleh tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, serta organisasi politik. “Pawai ini merupakan bukti bahwa masyarakat Solo tetap bersatu,” kata Joko.

Kegiatan pawai akan dimulai dari Lapangan Kottabarat dan berhenti di Balai Kota Surakarta dengan jarak sekitar tiga kilometer.

AHMAD RAFIQ