foto

PT. Suzuki Indomobil Sales, pemegang merek Suzuki di Indonesia, melakukan perombakan menajemen di enam posisi yang efektif per Januari 2010 ini. (www.netcarshow.com)

Produsen Mobil Tunggu Regulasi Mobil Murah

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Yusak Kertowidjojo menyatakan Nissan dan Suzuki sudah komitmen akan berpartisipasi dalam proyek mobil murah ini. “Kami sudah pasti komitmen. Tapi tunggu regulasinya,” ujarnya, Selasa, 27 September 2011.

Karena itu Indomobil sebagai pemegang merek mobil Suzuki, Nissan, Audi, Volkswagen, dan Renault, kata Yusak, belum berani memaparkan seperti apa konsep mobil murah terebut. “Kami juga perlu tahu insentifnya seperti apa.”

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia Takayuki Kimura menyatakan pihaknya ke depan akan berfokus pada mobil murah ramah lingkungan. Tapi, masih menunggu regulasi dari pemerintah. “Kami sudah ada konsepnya, tapi tak bisa kami ungkap,” kata dia.

Wakil Presiden Penjualan dan Pemasaran Nasional PT Nissan Motor Indonesia Teddy Irawan menyatakan produksi mobil itu butuh waktu yang lama, sehingga harus direncanakan dengan matang.

Sebelumnya Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi menyatakan proses pembahasan proyek mobil murah ini masih dalam tahap pembahasan antarkementerian. Pembahasannya sedang dilakukan bersama dengan Kementerian Perhubungan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perdagangan.

Menurut Budi, tak ada ganjalan dalam pembahasan ini. “Prosesnya memang lama. Kami harap cepat selesai,” ujarnya dua pekan lalu.

Tahun ini Nissan menginvestasikan dua miliar yen untuk meningkatkan kapasitas produksi. Walhasil kapasitas produksi yang saat ini baru 50 ribu unit per tahun bisa dinaikkan menjadi 100 ribu unit pada akhir 2011.

Ke depan Nissan juga akan menanamkan investasi 25 miliar yen atau setara US$ 312,5 juta di Indonesia. Investasi tersebut untuk pembangunan pabrik perakitan mesin dan perluasan pabrik di Cikampek, Jawa Barat.

Dengan begitu produksinya naik jadi 180 ribu per tahun pada 2013 nanti. Yusak menyatakan pabrik itu nantinya akan memproduksi berbagai jenis mobil. “Termasuk yang low cost green car,” kata dia.

Pasar mobil di Indonesia menurut Yusak juga sedang berkembang. Indonesia kini sudah melalui fase perpindahan moda transportasi dari sepeda ke sepeda motor dan saat ini pindah dari motor ke mobil.

Pasar yang potensial menurutnya masih didominasi Jawa. “Tapi luar Jawa pertumbuhannya lebih tinggi,” kata dia. Namun Yusak tak mengungkap angka pasti berapa nilainya.

Teddy sepakat dengan Yusak. Menurut dia, Indonesia adalah salah satu pasar yang menarik di ASEAN. Karena pendapatan per kapita masyarakatnya terus naik, inflasi stabil, dan kurs mata uangnya oke.

Selain itu, jumlah penduduk yang mencapai 250 juta orang menjadikan Indonesia pasar yang potensial. “Jika 20 persennya saja bisa beli mobil, itu sama saja dengan sebuah negara yang penduduknya beli mobil semua,” kata dia.

NUR ROCHMI