foto

Broom Kalong IM2 Indosat. TEMPO/Hariandi Hafid

IM2 Tawarkan Lapak Online untuk UKM

TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis jual beli online dinilai kian menjanjikan. Indosat Mega Media atau biasa dikenal dengan IM2 secara perlahan akan serius menggarap pasar ini. Sebagai langkah awal, IM2 menawarkan layanan broadband untuk usaha kecil dan menengah serta segmen Small Office Home Office (SOHO).

Melalui layanan broadband ini, diharapkan UKM dan SOHO bisa memperluas jangkauan pemasaran lewat Internet. Usaha kecil bisa menghemat biaya Internet, baik itu untuk operasional maupun pengelolaan website.

Direktur Operasi IM2 Suharso W. Sulistyo mengatakan IM2 tidak sekedar memberikan layanan broadband, tapi juga fasilitas berjualan produk di toko online milik Indosat, di shop.kongkoow.com. “Kami menawarkan koneksi sekaligus aplikasi,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Rabu, 28 September 2011.

General Manager National Corporate Group IM2, Prayogi, mengatakan paket layanan ini bundling antara port internet dan lokal akses. Koneksi internet yang ditawarkan up to 2 megabita per detik yang bisa digunakan untuk empat personal komputer. Selain itu disediakan ruang untuk berjualan di shop.kongkoow.com.

IM2 juga menawarkan paket untuk warnet yang bisa digunakan untuk 10 komputer. Untuk layanan UKM dikenakan biaya Rp 900 ribu per bulan dan biaya pasang Rp 250 ribu. Adapun untuk paket warnet, IM2 memberkan harga Rp 1 juta.

Menurut Suharso pasar jual beli online atau e-commerce akan meningkat secara signifikan. Karena itu, layanan IM2 ini juga memberikan fasilitas pembayaran secara online yang sudah dimiliki IM2.

Prayogi mengatakan IM2 bekerja sama dengan sejumlah mitra untuk memperluas jangkauan konsumen UKM ini, salah satunya dengan PT Telkom. IM2 memanfaatkan jaringan yang sudah dimiliki Telkom untuk layanan ini. “Jaringannya Telkom, tapi isinya IM2,” kata Prayogi.

Menurut Prayogi jauh lebih efektif bagi IM2 untuk bekerja sama dengan pihak-pihak yang sudah memiliki jaringan dari pada harus membuat jaringan sendiri. “Di beberapa daerah, seperti Surabaya, kami juga bekerja sama dengan ISP di sana,” katanya.

Layanan broadband untuk UKM ini baru dijalankan Juli lalu. Karena itu, menurut Prayogi, saat ini jumlah UKM yang memanfaatkan paket ini baru sekitar 184 UKM. IM2 menargetkan ada 200 UKM yang memanfaatkan layanan ini hingga akhir tahun.

IM2 ke depannya akan fokus menggarap pasar UKM dan SOHO ini. Prayogi mengatakan lewat kerja sama dengan sejumlah mitra untuk perluasan jaringan tersebut, IM2 menargetkan ada 4 ribu UKM yang memanfaatkan layanan broadband dari IM2 ini. “Yang layanan ritel mobile akan diserahkan ke induk, Indosat,” katanya.

Dia mengakui bahwa kehadiran layanan IM2 untuk UKM ini tentu mesti bersaing dengan sejumlah layanan jual beli online yang tumbuh marak belakangan ini. Namun, kata dia IM2 memberikan fasilitas yang berbeda. “Karena mereka, UKM langsung mempunyai akses dan mengelola sendiri,” katanya.

IQBAL MUHTAROM