foto

Simon Santoso. AP/Koji Sasahara

Indonesia Open: Daren Liew Gusur Simon Santoso  

TEMPO.CO, Samarinda - Andalan tunggal putra Indonesia, Simon Santoso, gagal melaju ke babak selanjutnya di Indonesia Open 2011. Simon Santoso yang diunggulkan ke urutan enam dipaksa menyerah oleh Daren Liew dari Malaysia dua set langsung, 21-17 dan 21-15.

Kepada wartawan usai laga, Simon Santoso mengaku kekalahannya ini lebih dikarenakan faktor fisik yang belum pulih setelah menjalani perjalanan dari Jepang menuju Jakarta. Dari Jakarta, mereka langsung bertolak ke Samarinda sehingga tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat.

Ia menceritakan perjalanan dari Jepang menuju Jakarta harus ditempuh selama 16 jam menggunakan China Airlines. Penyebabnya, penerbangan tak langsung menuju Jakarta, melainkan transit beberapa negara, seperti Taiwan-Hongkong-Malaysia baru menuju Jakarta. Rute Jakarta-Jepang biasanya ditempuh selama tujuh jam.

Namun, ia tidak mau hanya menyalahkan ketidaksiapan fisik. "Musuh memang bagus, tapi kalau kondisi fisik saya normal, mungkin saya bisa atasi," kata Simon Santoso.

Ia mengaku kecewa dengan kekalahan ini karena tak bisa menunjukkan performa terbaik. "Kalau kecewa, ya, kecewa karena tak menang," katanya.

Pada laga di lapangan tiga Gedung Bulutangkis Kompleks Stadion Utama Kalimantan Timur di Palaran Samarinda, Simon sebenarnya sempat membuat lawan putus asa di set pertama. Namun, karena fisik tak mendukung, Simon lebih banyak kehilangan bola. Ini juga terjadi pada set kedua sehingga ia pun menyerah.

Sebelumnya, dengan alasan yang sama Maria Febe Kusumastuti juga gagal melangkah di Turnamen Indonesia Open di Samarinda ini. Ia menyerah dua set langsung dari pebulutangkis non-unggulan asal Jepang, Nozomi Okuhara 21-16 dan 21-11.

FIRMAN HIDAYAT