foto

Yingluck Shinawatra. TEMPO/Maria Hasugian

Yingluck Ingin Kuasai ISOC

TEMPO.CO, BANGKOK : -- Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra berusaha menguasai Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC), sebuah lembaga yang memiliki kewenangan sangat besar untuk menjaga keamanan nasional. Dilaporkan Selasa 27 September 2011, perdana menteri yang dilantik pada Agustus lalu itu berusaha mengambil alih ISOC dengan menunjuk Jenderal Panlop Pinmanee, penasihat perdana menteri, sebagai Wakil Direktur ISOC selama masa jabatan lima tahun.

Seperti pemerintahan sebelumnya, Yingluck secara otomatis menjadi Direktur ISOC. Namun dia tak bisa menguasai lembaga itu sepenuhnya karena orang-orang kepercayaan bekas perdana menteri Abhisit Vejjajiva masih bercokol di unit-unit penting lembaga tersebut.

Yingluck sendiri berusaha mengambil alih karena kewenangan besar yang dimiliki ISOC. Pada masa pemerintahan Abhisit, partai berkuasa, Partai Demokrat, mengeksploitasi lembaga itu besar-besaran, bahkan di semua level, untuk mempromosikan diri mereka sendiri, menjegal Thaksin Shinawatra agar tak bisa kembali ke Thailand dan mencegah Partai Pheu Thai berkuasa.

Demokrat juga menggunakan ISOC untuk proyek solusi ekonomi, walaupun kewenangan lembaga itu sudah jelas, yakni menekan perdagangan obat-obatan haram, imigrasi ilegal, memadamkan kekerasan di tiga provinsi, mencegah terorisme dan kejahatan transnasional, melindungi hutan, serta mempromosikan lembaga kerajaan.

Dengan kapasitasnya sebagai direktur, Yingluck mengirim surat ke unit bahwa dia menunjuk Jenderal Panlop untuk menjalankan tugas-tugas atas nama dia. Belakangan, Dewan Negara, lengan hukum pemerintah, menolak surat tersebut dengan alasan Yingluck tak bisa menetapkan Panlop untuk bertindak atas namanya.

BANGKOK POST | SUNARIAH