foto

Keluarga korban terbakarnya Kapal Motor Kirana melihat daftar korban meninggal di Rumah Sakit Pelabuhan PHC Tanjung Perak, Surabaya (28/9). TEMPO/Fatkhurrohman Taufiq

KM Kirana Diduga Hanya Sediakan Satu Pintu Keluar  

TEMPO.CO, Surabaya - Banyaknya korban meninggal saat terjadinya kebakaran Kapal Motor Kirana IX di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, kemungkinan besar karena saat kebakaran kapal tersebut hanya dilengkapi dengan satu pintu masuk.

Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Ajun Komisaris Besar Jayadi, di sekitar lokasi kejadian menuturkan, kebakaran terjadi ketika kapal sedang bongkar muat sehingga saat itu hanya ada dua pintu utama yang disediakan, yaitu pintu dek bawah khusus kendaraan dan pintu dek atas berupa tangga untuk jalan masuk penumpang.

"Hanya ada satu pintu untuk penumpang. Saat kebakaran semua panik saling berebut keluar dan korban meninggal mayoritas karena terinjak-injak penumpang lainnya," kata Jayadi, Selasa, 27 September 2011.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama (pemilik KM Kirana IX), Bambang Harjo Sukartono, membantah kapal tersebut hanya memiliki satu pintu. "Pintu darurat sisi kanan ada delapan pintu, sisi kiri juga delapan, tapi saat sandar memang hanya satu pintu yang dibuka," imbuh Bambang Harjo.

Bambang Harjo menambahkan, saat sandar sengaja hanya satu pintu yang dibuka karena untuk mempermudah proses pengecekan tiket penumpang yang akan naik kapal.

Meski begitu, saat kejadian, petugas kapal sebenarnya telah memberikan komando kepada seluruh penumpang untuk tidak panik karena kebakaran hanya berada di dek bawah. Namun, imbauan ini ternyata tak dihiraukan sehingga penumpang tetap panik dan berdesakan menuju pintu keluar.

Kapal dengan tujuan Kalimantan Tengah ini rencananya berangkat meninggalkan Tanjung Perak pagi ini. Namun tiba-tiba api muncul dari bagian tengah kapal. Akibat kebakaran tersebut, delapan orang tewas.

FATKHURROHMAN TAUFIQ