REUTERS/Edgard Garrido
Topik
Amerika Sebut Beleid Pemukiman Israel Provokatif
TEMPO.CO, WASHINGTON : - Amerika Serikat memperingatkan bahwa Israel berisiko merusak prospek perdamaian dengan Palestina lewat ekspansi proyek permukiman Yahudi di daerah caplokan perang 1967 di Tepi Barat.
Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Rabu 28 September 2011 bergabung dengan pengecaman internasional atas keputusan Israel membangun 1.100 rumah di Gilo, Yerusalem Timur.
Menurut Clinton, beleid itu "provokatif" dan kontraproduktif di tengah upaya dimulainya perundingan damai. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Lady Ashton menegaskan bahwa ekspansi permukiman itu "mengancam kapasitas penerimaan solusi dua negara" dan mendesak agar keputusan itu ditinjau ulang.
Sebelumnya, Gedung Putih juga mengutuk Israel setelah Kementerian Dalam Negeri Israel menyatakan rumah baru itu telah disetujui Komite Perencanaan Wilayahnya. Juru Bicara Presiden Barack Obama Jay Carney di pesawat dalam penerbangan ke California dan Colorado menyebut, Pemerintah Amerika serikat sangat kecewa dengan pengumuman itu.
Kuartet --Amerika Serikat, PBB, Uni Eropa dan Rusia-- mengusulkan dilanjutkannya pembicaraan tersebut, beberapa jam setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara resmi mengajukan permohonan sebagai negara anggota penuh.
Upaya menjadi aggota PBB ditentang keras oleh Israel dan sekutu terdekatnya, Amerika Serikat --yang berkilah "satu-satunya cara bagi perdamaian sejati dan abadi ialah negara Palestina didirikan melalui pembicaraan langsung antara kedua pihak"
SKY NEWS | HAARETZ | WDA





