Petugas Basarnas Medan menunjukkan lokasi diduga tempat jatuhnya Cassa 200, PK-TLF milik Nusantara Buana Airline. TEMPO/Soetana Monang Hasibuan
Topik
Infografis
Tiga Jam Jalan Kaki untuk Evakuasi Korban Cassa 212-200
TEMPO.CO, Medan - MEDAN -- Evakuasi penumpang Cassa 212-200 yang jatuh di kawasan Gunung Kapur, Kabupaten Lahat, Sumatera Utara, terbentur oleh lokasi pesawat yang sulit ditembus. Posisi pesawat milik maskapai PT Nusantara Buana Air, yang mengangkut 18 penumpang, termasuk kru, itu tak bisa dijangkau kendaraan.
"Jika melalui jalur darat, sulit ditembus mengingat lokasinya di perbukitan. Kami belum mendapat helikopter untuk evakuasi," ujar Zulkifli, Kepala Cabang PT Nusantara Buana Air di Medan, kemarin.
Menurut dia, lokasi pesawat berada pada koordinat 03.01 east (timur) dan 01.21 utara (north). Tepatnya di Bukit Katak, Desa Gunung Kapur, Bahorok, Kabupaten Langkat, sekitar 80 kilometer dari Medan. Perbukitan itu merupakan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Kepala Kepolisian Resor Langkat Ajun Komisaris Besar Mardiyono menjelaskan, untuk menuju tempat jatuhnya pesawat cukup berat. "Harus berjalan kaki selama tiga jam," kata Mardiyono. "Malam ini tim SAR terus berusaha menuju lokasi," dia menambahkan.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tempo, pesawat bernomor PK-TLF tersebut lepas landas dari Bandar Udara Polonia, Medan, pada pukul 07.28 WIB menuju Bandara Alas Leuser Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Pesawat dijadwalkan tiba di Kutacane pukul 08.03 WIB. Pada saat takeoff, cuaca dilaporkan cukup bagus.
Kantor Kementerian Perhubungan mencatat pesawat dalam kondisi laik terbang. Catatan inspeksi terakhir dilakukan pada 30 November 2010 dan berlaku hingga 31 Oktober 2011. "Pesawat memiliki sertifikat Operasi Udara (Air Operation Certificate/AOC) yang berlaku hingga Juli 2012," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti.
Catatan Kementerian ini juga menunjukkan usia pesawat cukup tua. Cassa 212-200 milik PT Nusantara Buana Air ini dibuat pada 31 Maret 1989 oleh PT Dirgantara Indonesia, yang ketika itu masih bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara di Bandung.
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional III Marsekal Pertama Bonar Hutagaol mengatakan pesawat diterbangkan Kapten Famal Ishak dan Kopilot Budiyono. Jumlah penumpang 14 orang, terdiri atas 10 orang dewasa, 4 anak-anak, dan 2 mekanik. "Belum diketahui kondisi penumpang karena tim SAR belum sampai ke tempat kejadian," kata Bonar.
SAHAT SIMATUPANG | SOETANA MONANG HASIBUAN | FRANSISCO ROSARIANS
Delapan Kecelakaan Pesawat
27/1/2011 - Helikopter MD 500 milik PT Intan Angkasa - Teluk Kendari - 3 orang luka
12/2/2011 - Cassa 212-100 milik PT Sabang Merauke Raya - Tanjung Berakit, Bintan - 5 orang tewas
28/4/2011 - Pesawat latih Glider TNI AU - Desa Sendang Tirto, Sleman - 2 orang tewas
7/5/2011 - Merpati MA-60 - di laut Kaimana, Papua Barat - 27 orang tewas
3/8/2011 - Helikopter Bell 412 - Lereng Gunung Dua Saudara, Bitung - 10 orang tewas
9/9/2011 - Susi Air - Pasema, Yahukimo - 2 orang tewas
23/9/2011 - Pilatus PC-6 - kawasan Passvalley, Jayapura - 4 orang tewas
25/9/2011 - Helikopter Airfast - Ropang, Sumbawa - 2 orang tewas
29/9/2011 - Cassa 212-200 - Gunung Kapur, Langkat - 18 penumpang belum ditemukan





