foto

Manmohan Singh. ANTARA/REUTERS/Bazuki Muhammad

Perdana Menteri yang Tak Suka Libur  

TEMPO.CO, Jakarta - Seperti rakyat, seorang pemimpin pasti berharap bisa menikmati hari libur bersama keluarganya. Namun Perdana Menteri India Manmohan Singh justru sebaliknya. Pemimpin berusia 79 tahun itu tak mengenal hari libur dan terkesan menjauhkan diri dari hari yang paling ditunggu banyak orang tersebut.

Dituturkan dalam jurnal Caravan, sejak berkuasa pada 2004 Singh tidak pernah sekali pun mengambil jatah liburnya. Tiap hari, bahkan pada akhir pekan, kerjanya hanya mengurus negara, sehingga ia pun dijuluki perdana menteri gila kerja.

Saking tidak pernah berlibur, Singh tidak tahu apa yang harus dilakukan jika ia berlibur. Bekas penasihat medianya, Sanjaya Baru, mengatakan sekali waktu profesor ekonomi itu sedikit tertarik kepada relaksasi ketika ia melakukan kunjungan resmi ke daerah wisata populer, Goa. Sanjaya pun mengingatkan bahwa Singh bisa menghabiskan Minggu paginya di pantai karena kebetulan kunjungan itu saat hari libur. Tapi apa jawab Singh? "Apa yang harus saya kerjakan di sana?"

Putrinya, Daman Singh, mengingat satu-satunya liburan keluarga yang pernah ia nikmati bersama sang ayah adalah pada 40 tahun lalu. Ketika itu mereka berlibur selama tiga hari di Nainital, sebuah bukit yang berjarak 232 kilometer dari New Delhi. "Saat kecil, kami hanya berpikir semua ayah begitu. Dia tidak berubah sama sekali," kata Daman, yang menulis sebuah buku tentang orang tuanya.

Singh tak hanya menghindari liburan. Arsitek ekonomi liberal India itu juga dikenal karena tetap membawa kebiasaan lamanya, seperti menghindari restoran mewah, jas mahal, dan mobil mewah. Sifat ini membuat ia dikenal sebagai pemimpin yang jujur dan pandai di tengah kehidupan politik India yang korup. Kendati demikian, posisi Singh tidak otomatis aman. Pemerintahannya mulai digoyang sejak terkuaknya serangkaian skandal korupsi yang dilakukan bawahannya.

ASIAONE | TRIBUNE | SUNARIAH