foto

Badan pesawat Cassa 212-200 milik PT. Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh berada di antara rimbunan pepohonan di kawasan Bahorok Kab Langkat, Sumut, Jumat (30/9). Foto: Basarnas

Tim Penolong Casa 212-200 Bangun Tempat Pendaratan Heli  

TEMPO.CO, Jakarta - Pesawat Casa 212-200 yang jatuh di Gunung Kapur, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi ringsek. Pesawat milik maskapai PT Nusantara Buana Air yang membawa 18 penumpang termasuk kru itu belum dapat dievakuasi.

Regu penolong yang pertama kali mendekat ke lokasi jatuhnya pesawat adalah Pasukan Khas TNI Angkatan Udara. "Mereka berhasil menemukan lokasi bangkai pesawat dengan helikopter sekitar pukul 13.30," ujar Kepala Badan Search and Rescue (SAR) Nasional Marsekal Madya TNI Daryatmo Jumat 30 September.

Menurut Daryatmo, tim penolong belum bisa mengevakuasi penumpang lantaran sulitnya medan. "Kondisi korban belum diketahui," kata dia. Guna mempercepat proses evakuasi, Angkatan Udara dan tim lain membangun tempat mendarat helikopter.

Pesawat dengan register PK-TLF itu terbang dari Bandar Udara Polonia, Medan, dengan tujuan Bandar Udara Alas Leuser, Kutacane, Aceh Tenggara. Pesawat yang terbang pukul 07.00 pada Kamis itu dijadwalkan tiba di Kutacane pada pukul 08.03 WIB. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia tahun 1989 itu ditemukan pada ketinggian gunung sekitar 3.000 meter.

Anggota Pasukan Khas, Kapten Fajar, mengatakan timnya menemukan posisi pesawat di atas lereng gunung yang amat terjal. "Kondisi kokpit pesawat terlihat hancur dan terperosok dekat tebing. Kami tidak bisa turun karena lokasi pesawat dikelilingi hutan lebat," kata Fajar.

Hutan yang pohon-pohonnya setinggi 30 meter itu menyulitkan tim untuk turun. “Meski regu penolong berusaha melakukan raffling (turun dengan tali) dari helikopter jenis Ranger 206, embusan angin menghambat gerakan," ujar dia.

Proses evakuasi akan diteruskan hari ini dengan menambah helikopter. Heli didatangkan dari Tanjung Pinang, Riau, dan Jakarta. "Basarnas Medan tak memiliki heli," ujar Daryatmo menambahkan.

Persiapan evakuasi korban juga berlangsung di Rumah Sakit Adam Malik di Medan. Sejumlah dokter dan tenaga medis disiagakan untuk menyambut kedatangan penumpang pesawat. "Sudah saya perintahkan, semua dokter bedah tidak diperkenankan meninggalkan rumah sakit," ujar dokter Azwan Hakmi Lubis, Direktur Rumah Sakit Adam Malik.

Kepala Kepolisian Resor Langkat Ajun Komisaris Besar Mardiyanto menambahkan, evakuasi korban dilanjutkan hari ini. Sebagai penanggung jawab posko pencarian Casa 212-200, kata dia, tim penolong juga melibatkan masyarakat. "Hari ini dipastikan evakuasi tidak memungkinkan," kata Mardiyanto.

Di tempat terpisah, Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan pihaknya belum memperoleh laporan penyebab kecelakaan pesawat tersebut. "Tim SAR kesulitan mendekati lokasi karena medan yang terjal," ujar dia.

SOETANA MONANG HASIBUAN I EKO ARI WIBOWO I ENI SAENI | SAHAT SIMATUPANG