Kepolisian Resor Magetan memasang foto DPO teroris. TEMPO/Ishomuddin
Densus Buru Teroris di Perbatasan Bojonegoro-Blora
TEMPO.CO, Bojonegoro - Belasan anggota Detasemen Khusus 88 berkeliaran di perbatasan Bojonegoro, Jawa Timur, hingga di Blora, Jawa Tengah. Mereka memburu seorang pelarian berinisial A.
Anggota Densus 88 yang sudah berada di Bojonegoro selama tiga-empat hari itu menyasar beberapa titik yang dimungkinkan menjadi tempat persembunyian para teroris. Di antaranya di Kecamatan Kalitidu dan Padangan.
Pada Sabtu, 1 Oktober 2011 malam, anggota Brimob juga keliling-keliling kota dan menyasar ke sejumlah kecamatan. Ada tiga mobil bersirine dan belasan sepeda motor berputar-putar di Kota Bojonegoro dan sempat menyedot perhatian masyarakat.
Polisi juga standby di sejumlah titik di keramaian kota. Misalnya di Jalan Veteran Bojonegoro, yang digelar pameran Expo, juga terlihat dijaga ketat. Polisi juga melakukan razia dan pengamanan tertutup di Kecamatan Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur, hingga ke Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Razia difokuskan di jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan dua provinsi itu.
Selain itu, polisi juga memperketat pengamanan di kawasan Hutan Watujago, Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro, yang berbatasan dengan Kabupaten Ngawi.
Namun dari beberapa kali razia di sejumlah titik di Bojonegoro, polisi belum mendapatkan sasaran buruan. Padahal razia pengguna jalan dilakukan dengan cukup ketat. Mulai dari operasi mobil boks, mobil dengan kaca gelap, hingga mobil dan sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-menyurat.
Kepala Kepolisian Resor Bojonegoro Ajun Komisaris Besar Polisi Widodo membenarkan bahwa ada tim dari Densus 88 yang datang di daerahnya. Tetapi tim ini bergerak di beberapa titik, terutama mengawasi daerah di antara Kecamatan Padangan dan sekitarnya. “Kita sebatas koordinasi,” ujarnya kepada Tempo, Ahad, 2 Oktober 2011 siang.
Ditanya mengenai buronan teroris berinisial A, Widodo mengungkapkan sebelumnya ada informasi A ada di daerah ini. Keberadaan Densus di sini hanya pelacakan pasca kejadian bom bunuh diri sebuah gereja di Solo, pekan lalu.
Widodo juga memerintahkan 28 Kepala Kepolisian Sektor Bojonegoro standby di kantornya selama dua-tiga hari ini. Itu untuk mempermudah koordinasi antara pimpinan di tingkat polsek dan polres. "Kalau enggak ada di tempat, kapolseknya saya beri tindakan,” ujarnya.
Di Tuban, polisi juga merazia sejumlah tempat kos dan penginapan. Polisi menyebar foto-foto yang berisi sejumlah buron polisi. Foto-foto itu disebarkan ke Ketua RT/RW, kantor kelurahan, kantor kecamatan, dan tempat-tempat umum.
Menurut Cahyo, warga Kutorejo, Kecamatan Kota Tuban, aksi polisi menyebar foto-foto buronan teroris ini cukup efektif. Setidaknya masyarakat diajak untuk mengetahui orang yang jadi incaran polisi. “Ya, saya setuju itu,” ujarnya.
Juru bicara Kepolisian Resor Tuban, Ajun Komisaris Polisi Nursento, mengatakan polisi Tuban menggelar operasi di segala arah untuk mempersempit gerak terorisme. Mulai dari razia di jalan-jalan hingga operasi di tempat umum, tempat kos, dan penginapan. ”Satu pekan ini, rutin operasi,” ujarnya.
SUJATMIKO





