Ilustrasi Kekerasan Terhadap Anak (childline.gi)
Topik
AS Belum Siap Kembali ke Asrama
TEMPO.CO, Jakarta - AS, 14 tahun, siswa yang diduga menjadi korban pemukulan guru di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Insan Al Mubarok, Joglo, Jakarta Barat, belum siap kembali ke sekolahnya. Skorsing yang sempat dijatuhkan dicabut kembali oleh pihak sekolah pada Kamis malam.
Boeing Karnadi, ayah AS, mengatakan belum bisa memastikan apakah putranya itu sudah akan kembali ke sekolah besok. Menurutnya, AS belum merasa nyaman. “Kami lihat perkembangannya saja kapan AS siap sekolah kembali,” kata Boeing, Ahad, 2 Oktober 2011.
Bocah itu ditemani ibunya pada Jumat lalu mengemasi baju dan buku-bukunya yang ada di asrama sekolah itu. Kalaupun AS kembali ke sekolah, Boeing menambahkan, untuk sementara waktu tidak akan menginap di asrama. "Habis sekolah langsung pulang ke rumah," kata Boeing yang mendaftarkan AS ke lembaga bimbingan belajar untuk mengejar ketertinggalan proses belajar-mengajar selama sepekan terakhir ini.
Orang tua AS mengadukan pemukulan yang dialami AS di sekolahnya ke Markas Polres Jakarta Barat, Selasa lalu. Pemukulan terjadi 22 September lalu yang disebutkan mengakibatkan AS pingsan dan luka di pelipis kanannya.
Kholil, guru yang dimaksud, telah membantah melakukan kekerasan. Dia mengaku tidak sengaja dan tidak ada niat sama sekali untuk melukai AS.
ADITYA BUDIMAN





