Canon Photomarathon 2011
2.000 Fotografer Ikuti Canon Photomarathon 2011
TEMPO.CO, Jakarta- Canon Photomarathon 2011, yang diadakan untuk ketiga kalinya di Indonesia, berakhir Sabtu lalu. Setelah sukses digelar di Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 24 September dan diikuti 800 peserta, lomba fotografi amatir kali ini digelar di Eco Park Ancol, Jakarta, pada 1 Oktober. Jumlah pesertanya membeludak hingga 2.000 orang.
Ada dua kategori yang dilombakan, yakni pengguna kamera digital single-lens reflex (DSLR) dan kamera pocket atau saku. Meski hanya memakai kamera saku, foto yang dihasilkan para peserta tak kalah oleh mereka yang menggunakan kamera jenis DSLR.
"Semua foto yang masuk bagus," kata Tigor Siahaan, salah satu panitia lomba untuk kategori kamera DSLR. Tigor mengakui kualitas foto yang dihasilkan, terutama kategori DSLR, sudah setara dengan fotografer profesional. "Saya harap Anda tetap menjalani ini sebagai hobi, kalau tidak bisa terancam profesi saya," kata Tigor, fotografer profesional, sembari tertawa.
Lomba ini, selain sebagai ajang unjuk kemampuan, juga dipakai untuk bersilaturahmi oleh beberapa peserta. Rudi Sofiyan, misalnya, fotografer asal Bogor ini datang bukan untuk berlomba meski ia membayar uang pendaftaran. "Saya ke sini untuk bertemu dengan fotografer lainnya, untuk berbagi pengalaman dan tip," katanya.
Untuk tahun ini, juri lomba kategori DSLR yang berlangsung di Jakarta adalah Nicky Loh, fotografer asal Singapura, Tigor Siahaan, fotografer profesional, dan Don Hasman, fotografer profesional. Sedangkan untuk kategori kamera saku adalah Samuel Sunanto, fotografer profesional, Misbachul Munir, fotografer, dan M. Rustam, Creative Manager.
Setelah melalui proses penjurian ketat yang diselingi perdebatan seru, juri akhirnya memutuskan Arif Wicaksono dan Herman Layanto sebagai pemenang di kategori kamera saku. Adapun pemenang kategori DSLR adalah Rus Mulyadi dan Liung Shgyh.
Rus dan Liung berhak mengikuti photo clinic selama 8 hari di Tasmania, Australia. Sedangkan 20 lainnya mendapat kesempatan menimba ilmu selama 4 hari di Bali.
FIRMAN





