Sejumlah tim gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas mengangkat kantong berisi jenazah korban pesawat Casa 212-200 PK-TLF, di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut, Minggu (2/10). ANTARA/Irsan Mulyadi
Jenazah Korban Casa Diotopsi di RSU Adam Malik
TEMPO.CO, Medan - Sembilan jenazah korban pesawat Casa 212-200 PK-TLF yang jatuh di kawasan Gunung Gulus Kelam, Langkat, Sumatera Utara, tengah menjalani proses otopsi di Rumah Sakit Adam Malik Medan sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Seluruh keluarga korban telah berkumpul menanti diserahkannya jenazah kepada mereka. Persiapan juga telah dilakukan dengan disediakannya 18 peti jenazah di depan kamar jenazah.
Kepala Basarnas Medan Hadi Tugiman mengungkapkan sudah 9 jenazah yang telah dievakuasi dari lokasi. “Evakuasi masih dilakukan terhadap 9 jenazah lainnya,” kata Hadi kepada Tempo di kompleks RSU Adam Malik.
Hadi menyebutkan penyerahan jenazah akan segera dilakukan kepada pihak keluarga. “Ini proses otopsi dulu, nanti langsung diserahkan kepada keluarga, kemungkinan diwakili oleh (Pj) Gubernur,” kata Hadi.
Ke-9 jenazah yang telah berada di RSU Adam Malik adalah Samsidar Yusni dan dua anaknya, Hamimatul Janah dan Hanif Abdilah. Ahmad Arif, dr Suhelman, Jefridin, Suriadi, Astuti, dan Letnan Kolonel Budiono (co pilot).
SOETANA MONANG HASIBUAN





