foto

TEMPO/Ramdani

Lombok Tuan Rumah Pertemuan Pemimpin ASEAN

TEMPO.CO, Mataram - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadwalkan melakukan pertemuan tingkat kepala negara kawasan regional ASEAN di kawasan wisata Mandalika, Lombok Tengah, pada pertengahan Oktober 2011.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Indonesian Conference Convention Association (INCCA) Nusa Tenggara Barat (NTB) Misbach Mulyadi kepada Tempo di Mataram, Ahad, 2 Oktober 2011. "Pak SBY akan bertemu PM Malaysia dan satu kepala negara lain dari Kamboja atau Vietnam," katanya.

Kegiatan tersebut direncanakan bersamaan dengan peresmian Bandar Udara Internasional Lombok, selesainya pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Taman Jeranjang di Lombok Barat, dan dimulainya ground breaking kawasan Mandalika sebagai kawasan ekonomi khusus koridor V Bali-Nusa Tenggara. Mandalika adalah kawasan unggulan wisata yang memiliki luas 1.250 hektare di selatan Lombok.

Misbach Mulyadi yang juga Ketua Komisi III Bidang Infrastruktur, Pertambangan, dan Lingkungan Hidup DPRD NTB dan mantan Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata NTB menyebutkan bahwa kehadiran tiga kepala negara itu dijadikan gairah untuk lebih meningkatkan wisata konvensi.

Menurut Misbach, kehadiran Presiden SBY bersama dua kepala negara ASEAN di kawasan wisata Mandalika, Lombok Tengah, ini dijadikan semangat untuk memacu pembangunannya. Selama ini, Mandalika diserahkan kepada Bali Tourism Development Corporation (BTDC) untuk bermitra dengan Emaar Properties dari Dubai, Uni Emirat Arab. Tetapi sejak kena krisis ekonomi, Emaar membatalkan rencana investasinya.

Karenanya, DPRD NTB sudah meminta Pemerintah NTB untuk menarik kembali kawasan Mandalika dari manajemen BTDC. "Supaya lebih cepat pembangunannya," katanya.

Alasannya, BTDC belum memiliki pengalaman sebagai pengembang. Hanya mengelola aset kawasan Nusa Dua. "NTB butuh yang mampu membangun Mandalika," ujarnya.

Lombok memiliki potensi sebagai lokasi penyelenggaraan wisata konvensi (MICE-meeting, incentive, convention, exhibition) sejak dikembangkan oleh Pemerintah NTB dua tahun terakhir ini. "Ini sebagai upaya memacu kunjungan satu juta wisatawan ke NTB," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Aryadi.

Setiap tahun, NTB sudah dijadikan tempat wisata konvensi nasional maupun lokal. Separuh lebih kegiatan hotel diisi wisata konvensi. Rata-rata ada 3.000-an kegiatan dalam setahun yang ditangani oleh 17 pelaksana kegiatan (event organizer) yang bekerja sama dengan EO Jakarta.

SUPRIYANTHO KHAFID