foto

ANTARA/Rosa Panggabean

Inflasi 2011 Tak Sampai 5 Persen

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik, Rusman Heriawan memprediksi angka inflasi maksimal 5 persen sepanjang  2011. Ia beralasan sejauh ini angka inflasi masih dapat dikendalikan.

Apalagi,  inflasi September hanya 0,27 persen dan inflasi sampai awal bulan ini 2,96 persen. "Jadi, kalau bicara akhir tahun optimistis di bawah 5 persen," katanya di Istana Negara, Senin, 3 Oktober 2011.

Rusman melanjutkan, inflasi September dan awal bulan ini didorong kenaikan harga beras, cabe merah, dan emas. Meski di pasar global harga emas cenderung turun, ia mengatakan tidak langsung berpengaruh dengan harga emas perhiasan.

"Emas perhiasan beda dengan investasi emas batangan. Ini konsumsi, karena itu, emas perhiasan tipis," katanya.

Ditanya soal kenaikan tarif tol 11 persen, ia mengatakan tidak terlalu berpengaruh pada kenaikan laju inflasi. "Bobot kenaikan tarif tol tersebut masih terhitung sangat kecil dalam inflasi," katanya.

Rusman beralasan tidak  setiap pengemudi kendaraan menggunakan jalan tol setiap harinya. "Kecuali commuter yang setiap hari jalan," katanya.

Kenaikan sebesar 11 persen sampai 13 persen bobot kenaikannya relatif kecil sehingga tidak menjadi alasan kuat bagi perusahaan jasa angkutan untuk menaikkan tarif angkutan.

Pemerintah menaikan tarif jalan tol mulai 7 Oktober 2011. Kenaikan tarif sebesar 11 persen hingga 13 persen itu berlaku di 14 ruas jalan tol, yakni Tol Jakarta-Tangerang, Tol Jagorawi, Tol Pondok Aren-Ulujami, Tol Dalam Kota Jakarta, Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR), Tol Semarang, Tol Padalarang-Cileunyi, Tol Surabaya- Gempol, Tol Palimanan-Kanci, Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang, Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tol Serpong-Pondok Aren, dan Tol Ujung Pandang.

EKO ARI WIBOWO