TEMPO/Subekti
Pasokan Gas PLN Bulan Ini Bakal Berkurang
TEMPO.CO, Jakarta - Dua pembangkit listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara dipastikan akan berkurang pasokan gasnya akibat program perawatan peralatan produksi yang akan dilakukan oleh Pertamina Hulu Energi operasi blok Offshore North West Java (PHE ONWJ). Pasokan gas diperkirakan akan mulai berkurang sejak pertengahan Oktober mendatang. Biasanya, PHE ONWJ mengalirkan gas sebanyak 130 billion british themal unit per day (BBTUD) untuk PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang, Jawa Barat.
Kepala Divisi Gas dan Bahan Bakar Minyak PLN, Suryadi Mardjuki, menjelaskan bahwa pasokan mulai berkurang pada tanggal 15 Oktober 2011. "Mulai 15 Oktober sampai 17 November gas akan berkurang menjadi 110 BBTUD," ujarnya, Senin 3 Oktober 2011 di Jakarta.
Pasokan gas terus berkurang sampai tinggal 30 BBTUD mulai 17 - 30 November 2011.Pasokan kembali pulih, pada 30 November menjadi sebesar 110 bbtud. Jumlah pasokan ini akan bertahan hingga awal tahun depan nanti.
Suryadi menjelaskan untuk menutupi kekurangan pasokan gas, perseroan terpaksa menggantinya dengan bahan bakar minyak. “Dimana setiap penurunan 1 bbtud ekuivalen dengan 28.000 liter,” paparnya. Sehingga, selama perawatan yang dilakukan PHE ONWJ biaya produksi listrik akan membesar.
Kepala Divisi Humas Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (BPMigas), Gde Pradnyana, menjelaskan tidak seluruh lapangan di ONWJ dihentikan operasi produksinya (shutdown). "Lapangan ONWJ yang tengah dilakukan perawatan adalah daerah sumur sebelah utara, namanya foxfort," kata dia. Perawatan tersebut, kata dia telah dilakukan sejak 27 September kemarin.
Saat ini, akibat perawatan tersebut baru sisi produksi minyak saja yang terganggu. Berdasar perhitungan, produksi menurun sampai 6000 barel per hari akibat perawatan."Belum ada gangguan di gas dan pasokannya untuk PLN," jelasnya.
Semula, PHE berencana menghentikan produksi gas mereka untuk perawatan seiring dengan penghentian produksi minyak. Namun, kegiatan ini diundur karena menyesuaikan dengan pengerjaan proyek lainnya."Jadinya Shutdown dijadwalkan pada tengah Oktober."
Selain PHE, terdapat pula jadwal perbaikan anjungan lepas pantai di Lapangan Maleo, Blok Madura Offshore yang dioperasikan perusahaan asal Australia, Santos di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
"Kemungkinan pada bulan November," kata Gde.Perbaikan tersebut akan berdampak pada penghentian sementara produksi gas Lapangan Maleo sebesar 120 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Penghentian produksi tersebut diperkirakan akan berdampak bagi konsumen gas di Jawa Timur.
Pasalnya, dari konsumsi gas industri di Jawa Timur sebesar 250 MMSCFD, sebanyak 120 MMSCFD berasal dari Santos.
GUSTIDHA BUDIARTIE





