BlackBerry Bold 9900. ANTARA/Prasetyo Utomo
Ini Alasan RIM Enggan Investasi di Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto menilai langkah produsen Blackberry, Research in Motion (RIM), membangun pabrik di Malaysia karena kurangnya dukungan pemerintah terhadap investasi. ”Untuk mendirikan pabrik disini misalnya mereka merasakan terlalu banyak hambatan, terlalu banyak birokrasinya sehingga mereka memilih negara lain,” kata Suryo saat ditemui usai bertemu dengan Menteri Perdagangan Internasional Kanada, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin 3 oktober 2011.
Menurut dia, yang perlu diperhatikan pemerintah Indonesia adalah bagaimana perekonomian dalam negeri bisa meningkatkan daya saing. Pemerintah juga diminta jangan hanya mempersoalkan langkah RIM yang membangun pabrik di Malaysia, tapi melihat potensi besar yang bisa diambil dari investasi RIM di Indonesia.
“RIM itu kan luas, kita masih bisa kerjasama dalam hal konten dan lain-lain. Jangan lilhat lokasinya pabriknya saja, justru produk-produk lainnya bisa memberikan nilai yang lebih besar,” ujar Suryo.
Suryo mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam menghadapi pasar bebas. Karena jika tidak, maka investasi dalam negeri justru bisa tersendat. “Jangan sampai negara kita dimanfaatkan oleh perusahaan negara lain. Mereka bangun pabriknya disini tapi pasar mereka nikmati dari luar, ini harus jadi concern,” ujarnya.
Menurut dia, iklim investasi di Kanada sendiri sudah mapan, dengan suku bunga rendah di berada di bawah satu digit. Karena itu, Suryo meminta pemerintah bekerja keras membuat iklim usaha dalam negeri menarik bagi investor agar daya saing meningkat.
ROSALINA





