foto

ANTARA/Dhoni Setiawan

RIM Akhirnya Bangun Riset Center di Indonesia  

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan perusahaan produsen Blackberry berkomitmen untuk berinvestasi di Indonesia. Investasi perusahaan teknologi smartphone ini akan melibatkan universitas di dalam negeri dalam membangun research center, institut aplikasi dan pengembangan aplikasi untuk market dunia.



"November nanti, mereka mau datang kembali untuk tanda tangan nota kerjasama," ujarnya di kantor Kementrian Perekonomian, Selasa, 3 Oktober 2011.

Research In Motion (RIM), kata Hatta, mengaku tidak membangun pabriknya langsung di Malaysia. Mereka memberikan pekerjaan tersebut pada perusahaan lokal di Malaysia. "Investasi di Indonesia soal aplikasi Software. Bukan membuat hardwarenya. Itu besar dan menbentuk semacam teknoprenur." kata dia.

Hatta menegaskan lokasi investasi bisa dikembangkan bisa di daerah Bandung atau Bali. Namun, Hatta mengaku tidak berbicara soal komitmen RIM sebelumnya untuk melakukan filterisasi konten porno, bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengkoordinasikan penyadapan, memperluas jumlah layanan purna jual, dan membangun jaringan dan data server di dalam negeri.

Dalam pertemuan dengan Dave Pryce selalu Vice President Government Relations RIM, dan Jason Sauderson, Director Government Realtion, serta Mr. Andrew C. Gobham, President Director PT. RIM Indonesia, Hatta menegaskan RIM, tidak mengemukan nilai investasi yang akan mereka lakukan di dalam negeri."Bulan november nanti mereka akan datang lagi menyampaikan konsepnya."

ALWAN RIDHA RAMDANI | ILHAM