Gapki Fokus pada Penerapan ISPO
TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memutuskan keluar dari Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO). Dengan pengunduran yang disampaikan organisasi pengusaha kelapa sawit tersebut sejak 29 September lalu itu, Gapki mewajibkan anggotanya fokus mematuhi ISPO sebagai kerangka dan skema pengelolaan berkelanjutan sesuai dengan peraturan pemerintah Indonesia yang berlaku.
"Ini (keluar dari RSPO) sudah melalui pertimbangan panjang dan matang. Kita juga kan ada Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO)," kata Direktur Eksekutif Gapki, Fadhil Hasan ketika dihubungi, Senin, 3 Oktober 2011.
Gapki berpendapat semakin beragamnya sertifikasi dan organisasi akan menciptakan persaingan sehat dalam mengaplikasikan pengelolaan sawit berkelanjutan. "Standar ISPO juga diaudit oleh auditor luar dan dalam negeri," kata dia.
Terkait pengunduran Gapki di RSPO, Kementerian Perdagangan tidak mau berkomentar. "Keanggotaan itu sukarela, setiap entitas punya kewenangan sendiri," kata Wakil Menteri Perdagangan, Mahendra Siregar.
Pemerintah akan terus mengembangkan standar yang berbasis kebijakan sendiri. "Kami sosialisasikan bahwa ada standar yang baik dan solid," kata Mahendra.
EKA UTAMI APRILIA





