Investasi Minyak dan Gas Bumi
Pemerintah Kanada Tertarik Tingkatkan Investasi di Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Kanada mengaku tertarik dengan iklim investasi di Indonesia. Karenanya, Menteri Perdagangan Kanada Ed Fast akan menawari sejumlah pengusaha di negerinya untuk berinvestasi di Indonesia. “Ketika saya kembali ke Kanada saya akan bilang pada pebisnis Kanada bahwa Indonesia terbuka untuk investasi dan jadi tempat menarik untuk berinvestasi" kata Fast usai bertemu dengan Kadin Indonesia di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Senin 3 Oktober 2011.
"Saya akan undang perusahaan untuk investasi lebih di indonesia karena pemerintah Indonesia memastikan bahwa iklim investasi disini sangat kuat,” .
Fast menambahkan, tujuan utama mereka ke Indonesia adalah untuk memperkuat jalinan perdagangan dan investasi kedua negara. Saat ini Kanada dan Indonesia sudah melakukan kerjasama perdagangan, dan Kanada berharap kerjasama bisa lebih dari itu.
Fast menyebutkan, Indonesia menjadi pasar ekspor terbesar Kanada di Asia Tenggara pada 2010. Nilai ekspor barang Kanada mencapai US$ 1,1 miliar atau naik 9,4 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan impor barang dari Indonesia ke Kanada mencapai US$ 1,3 miliar pada 2010 atau naik 25,2 persen dari tahun sebelumnya.
“Indonesia menjadi pasar ekspor terbesar di Asia Tenggara ketika Kanada membeli sejumlah barang dalam volume besar yaitu karet, pakaian dan mesin listrik dari Indonesia,” katanya.
Indonesia, lanjutnya, juga menjadi pasar investasi terbesar kedua Kanada di wilayah ASEAN. Pada 2010, saham penanaman Modal Langsung Kanada di Indonesia mencapai lebih dari US$ 2,8 miliar. Pengusaha Kanada di Indonesia banyak menanamkan investasinya dalam sektor pelayanan keuangan, transportasi, sumber daya alam, dan teknologi informasi dan komunikasi.
“Yang pasti pebisnis Kanada sangat tertarik berkesempatan investasi di Indonesia. Dan kami memastikan bahwa iklim investasi di sini selalu terbuka. Indonesia tempat yang adil untuk berbisnis dengan perekonomian yang stabil,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan, kunjungan pemerintah Kanada ke Indonesia bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kerjasama bisnis. “Kanada adalah partner besar untuk Indonesia. Kanada adalah leader di inovasi dan teknologi, termasuk dengan RIMnya,” kata Suryo dalam kesempatan sama.
Dengan adanya peningkatan kerjasama, diharaplan bisa memacu investasi di dalam negeri. Kerjasama Indonesia dengan Kanada selama ini, lanjutnya, banyak di sektor infrastruktur, teknologi, energi terbarukan, dan pariwisata.
“Tingkat ekonomi Indonesia sendiri tumbuh bagus dengan indikator makro ekonomi yang kuat dan didukung stabilitas politik. Kami berharap pertemuan ini bisa untuk lebih mengeksplorasi potensi kerjasama kedua pihak,” jelasnya.
ROSALINA





