foto

ANTARA/Andika Wahyu

Bahrullah Akbar Terpilih Jadi Anggota BPK

TEMPO.CO, Jakarta -  Bahrulah Akbar terpilih jadi anggota baru Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Pemilihan ini guna mengisi kekosongan anggota BPK. ''''Ini sesuai hasil voting anggota komisi XI,'''' kata Ketua Komisi Emir Moeis, di DPR, Senin 3 Oktober 2011 malam.

Dalam voting itu, Bahrullah memperoleh 39 suara dari 47 suara yang memilih. Delapan suara terdistribusi ke Eddy Rasyidin (2 suara), Emita Wahyu Astami (2), Achmad Sanusi (1), Faisal (1), Jupri Bandang (1) dan Wewe Anggreaningsih (1). Sembilan calon lainnya tak dapat suara.

Dari 51 anggota, 4 anggota tak hadir. Mereka adalah Sumarjati Arjoso (Gerindra),Laurens Bahang Dama dan Muhammad Ichlas el Qudsi (keduanya PAN), serta Olly Dondokambey (PDI-P).

Menurut Emir Moeis, komisi bisa saja memilih Bahrullah dengan aklamasi (bulat). Tapi anggota juga ada yang mau memilih calon lain. Kualitas Bahrullah, menurutnya punya pengalaman yg panjang dalam bidang keuangan. ''''Calon lain juga bagus kualitasnya. Makanya suara tersebar,'''' kata politisi dari PDI-P.

Anggota dari PDI-P lainnya Maruar Sirait menyatakan, Bahrullah cukup layak saat test wawancara kemarin. ''''Dia dah daftar tiga kali, baru kali ini terpilih,'''' ujarnya. 

Wakil Ketua Komisi Harry Azhar Azis menyatakan anggota Dewan menilai Bahrullah lebih berpengalaman ketimbang calon lain. ''''Dia sudah 26 tahun di BPK,'''' kata politkus dari Partai Golkar ini. Alasan ini pula yang disepakati dua fraksi besar lainnya, Demokrat dan PDI-P.

Wakil Ketua Komisi lainnya, Achsanul Qosasi membenarkan. Koleganya di Partai Demokrat memilih Bahrullah. Namun dia menolak anggapan pemilihan Bahrullah sudah aklamasi sebelum voting. ''''Kami serahkan ke masing masing anggota,'''' kata dia.

Komisi akan membawa ke Paripurna. Kapan Bahrullah akan dilantik tergantung Mahkamah Agung.

AKBAR TK | NUR  ROCHMI