Yingluck Shinawatra. AP/Sakchai Lalit
Topik
Polisi Segera Tangkap Peretas Akun Twitter PM Thailand
TEMPO.CO, Bangkok - Pihak otoritas telah mengantongi identitas pria yang diduga menggunakan pesawat selulernya untuk meretas akun Twitter milik Perdana Menteri Thailland Yingluck Shinawatra.
"Kamu sudah tahu siapa dan di mana, ini hanya soal waktu sebelum polisi menangkap," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika Anudith Nakornthap kemarin.
Peretas menggunakan aplikasi mobile untuk mengakses akun Twitter Yingluck. "Dia (peretas) juga menggunakan aplikasi lain untuk menyembunyikan lokasinya," ujar Anudith.
Sejak dibajak hari Ahad, delapan pesan sudah ditulis melalui akun Twitter @Pouyingluck. Di antaranya, "Do the poor have a chance? We are exploiting the poor hoping for their votes to support us to plunder the country." (Apakah orang miskin punya kesempatan? Kami mengeksploitasi kaum miskin dengan berharap suara mereka mendukung kami untuk menjarah negeri ini)
Lalu ada: "Is it time for our country to change for the better and not project an image to aid businesses, vested interests and relatives?" (Apakah ini waktunya bagi negara kami untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik dan bukan proyek citra untuk membantu usaha, kepentingan pribadi, dan keluarga?")
Status lainnya: "Education is most important to the country. But why is there a policy for free distribution of tablets instead of a curriculum or wage hike for teachers?" (Pendidikan adalah hal terpenting untuk negeri ini. Tetapi kenapa ada kebijakan untuk mendistribusikan secara gratis tablet-tablet ketimbang sebuah kurikulum atau menaikkan gaji guru?")
Kemudian ada status ini :"You can''t protect even your Twitter account. How can you safeguard the country? Think about it my brothers and sisters." (Anda tidak bisa melindungi akun Twitter Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa menjaga negeri ini? Pikirkan itu saudara-saudaraku")
Juru Bicara Perdana Menteri, Sunisa Lerpakawat menuturkan bahwa Yingluck mengetahui kejadian tersebut. "Penggunaan komputer seharusnya untuk membangun bukan untuk merusak," kata dia.
ASIAONE.COM|DIANING SARI





