indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Pemberangkatan Calon Haji Diurutkan Sesuai Daerah

Pemberangkatan Calon Haji Diurutkan Sesuai Daerah

Sejumlah jamaah calon haji kelompok terbang (kloter) satu embarkasi Makassar berjalan menuju pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (2/10). Dalam kloter pertama sebanyak 355 jemaah calon haji Makassar berangkat langsung menuju Saudi Arabia. TEMPO/Fahmi Ali

TEMPO Interaktif, Boyolali: Jadwal pemberangkatan jemaah calon haji di Embarkasi Adi Soemarmo, Solo, mulai tahun ini diurutkan menurut daerah. "Tahun-tahun sebelumnya kadang ada yang tidak urut. Misalnya Jepara ada yang berangkat di gelombang pertama dan kedua," kata Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji 2011 Embarkasi Adi Soemarmo, Solo, Imam Haromain, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, kemarin.

Karena jadwal pemberangkatan yang berbeda tersebut, waktu pulang ke daerah masing-masing juga tidak bersamaan dan bisa terpaut cukup lama. "Akhirnya ada keluarga jemaah haji yang bertanya-tanya, kok jemaah yang satu daerah sudah ada yang datang, tapi keluarganya belum sampai," ujar Imam.

Embarkasi Adi Soemarmo tahun ini akan memberangkatkan 33.815 calon haji, yang terbagi dalam 91 kelompok terbang (kloter). Jemaah calon haji yang berasal dari Jawa Tengah sebanyak 29.887 orang, Daerah Istimewa Yogyakarta 3.268 orang, dan Kalimantan Tengah 207 orang. Pemberangkatan dimulai pada 2-31 Oktober 2011.

Di Lumajang, pemberangkatan haji justru menuai protes. Sebanyak 31 calon haji mandiri, yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada 23 Oktober mendatang dengan kloter 63 dan 64, terlempar ke kloter daerah lain, yakni kloter 65 dan 88.
Menurut Miskan, calon jemaah haji mandiri asal Lumajang, awalnya Kabupaten Lumajang memberangkatkan 826 calon haji. Seusai Idul fitri lalu daerah itu mendapat tambahan 100 kursi. Beberapa hari lalu, 31 calon haji mandiri dikumpulkan di kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang.

"Kami diberi tahu bahwa kami dipindahkan ke kloter jemaah haji lain, yakni kloter 65 dan 88," ujar Miskan. "Berangkatnya pasti, tetapi tidak tahu kapan."

Kepala Seksi Haji Kementerian Agama Kabupaten Lumajang Mudhofar membantah kabar soal ketidakpastian pemberangkatan jemaah haji mandiri. "Sudah pasti berangkat," kata dia. Menurut Mudhofar, jemaah haji mandiri tetap berangkat pada 23 Oktober. Hanya, 12 orang masuk ke kloter 65 dan 19 orang lainnya masuk kloter 88.

Sementara itu, dari Banda Aceh dilaporkan daftar tunggu jemaah calon haji asal Aceh cukup panjang dan baru habis diberangkatkan pada 2021. "Daftar tunggu haji Aceh 38 ribuan. Kami telah meminta kuota tambahan ke pusat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh Rahman.

Menurut dia, dengan kuota seperti sekarang, calon haji yang masuk daftar tunggu baru habis diberangkatkan sekitar 10 tahun lagi. Jemaah calon haji kloter pertama Aceh diberangkatkan melalui Bandar Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, sebanyak 325 orang.

Adapun calon haji asal Kabupaten Kuningan harus bersabar karena kuota haji sampai 2016 sudah penuh. Tahun ini jumlah calon haji yang berangkat sebanyak 926 orang. "Penambahan kuota haji tetap saja membuat daftar tunggu sampai 2016," kata ketua penyelenggara haji 2011, H Ahmad Fauzi.

UKKY PRIMARTANTYO | DAVID PRIYASIDHARTA | ADI WARSIDI | DEFFAN PURNAMA

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan