Seorang anggota tim kesehatan memeriksa salah seorang jemaah haji tiba di Bandara Internasional Minangkabau, Sumbar, Jumat (4/12). Kloter pertama membawa 324 jemaah haji asal Sumbar. ANTARA/Maril Gafur
Topik
Infografis
Calon Haji Batam Rawan Terserang Penyakit Diberi Tanda Hitam
TEMPO.CO, Batam - Jemaah calon haji (JCH) yang berisiko tinggi terkena penyakit diberi tanda khusus, yakni berupa tanda hitam spotlight yang ditempel di gelang. Stiker hitam tersebut diberikan kepada mereka yang digolongkan memiliki risiko tinggi terhadap penyakit seperti penyakit bawaan jantung, asma, dan kencing manis.
Selain penyakit tersebut, yang dikategorikan risiko tinggi adalah JCH berusia di atas 60 tahun.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Batam juga membekali para JCH kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). “Kotak P3K ini diberikan pada semua JCH embarkasi haji Batam,” kata Kepala Bidang Kesehatan PPIH Batam, Femmy B. Kawangun, kepada Tempo, Senin, 3 Oktober 2011.
Untuk mengetahui JCH yang tergolong berisiko tinggi tersebut, pihaknya mengecek data JCH waktu tiba di Batam dari daerah masing-masing. Sebelum memberikan kunci kamar tempat JCH menginap, dilakukan cek kesehatan tiap JCH.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan tersebut dapat diketahui siapa saja yang tergolong berisiko tinggi terkena penyakit itu. Bila ternyata ada yang mengidap penyakit lebih berat dan harus menjalani pemeriksaan medis lebih detail, JCH bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Otorita Batam sebagai rujukan.
Menurut Femmy, fasilitas di Asrama Haji tempat JCH menginap itu memang kurang fasilitas kesehatannya. "Jadi, sifatnya hanya keadaan darurat," ujarnya.
Selama musim haji tahun ini, pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan Kota Batam menerjunkan 67 tenaga medis guna melayani JCH tersebut.
RUMBADI DALLE





