Badan pesawat Cassa 212-200 milik PT. Nusantara Buana Air (NBA) yang jatuh berada di antara rimbunan pepohonan di kawasan Bahorok Kab Langkat, Sumut, Jumat (30/9). Foto: Basarnas
Topik
Tim SAR dan Kru TV ONE Sempat Dinyatakan Hilang
TEMPO.CO, Medan -Drama evakuasi korban pesawat Casa 212-200 PK-TLF milik maskapai PT Nusantara Buana Air, telah selesai. Namun, Tim SAR yang menempuh jalur darat masih berada di lokasi jatuhnya pesawat nahas yang menewaskan 18 orang.
Sebelumnya, 25 personel SAR dan seorang kru TV ONE, Zulfahmi, sempat dikabarkan hilang. Kepala Biro TV ONE Medan, Linova Rifianti kepada Tempo, Senin malam, 3 Oktober 2011, mengakui, kabar itu. “Dia (Zulfahmi) kami setujui untuk mengikuti tim SAR melalui jalur darat menuju lokasi jatuhnya pesawat,” kata Linova.
Zulfahmi beserta tim SAR menuju lokasi jatuhnya pesawat di titik kordinat 03.23 N (utara) dan 098 01 E (timur), berada di kawasan perbukitan, Gunung Hulu Sikelam. “Kru kami dan tim SAR dari Raider 100, menuju lokasi jatuhnya pesawat, melalui jalur darat, di hari pertama kejadian,” kata Nova.
Kekhawatiran, kata Nova, didapat sejak Sabtu lalu. “Sempat kehilangan kontak. Kami sudah khawatir kru kami juga hilang,” katanya. Senin sore tadi, Nova mengaku mendapatkan kabar keberadaan tim SAR dan kru mereka. “Saya dapat informasi dari komandan Raider, mereka sudah sampai di lokasi jatuhnya pesawat, dan dalam keadaan sehat,” ujar Nova.
Upaya membawa mereka keluar dari lokasi jatuhnya pesawat akan dilakukan, besok hari. “Hari ini tidak jadi dilakukan evakuasi karena cuaca. Besok (Selasa) mereka akan dievakuasi,” kata Nova.
Kepala Badan SAR Nasional Medan, Hadi Tugimin tidak dapat dimintai keterangan. “Maaf, saya lagi mendampingi pimpinan,” tulis Hadi di pesan singkat yang diterima Tempo.
SOETANA MONANG HASIBUAN





