Anggota tim gabungan dari TNI, Polri dan Basarnas mengidentifitasi kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Casa 212-200, di Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara (2/10). ANTARA/Irsan Mulyadi
Topik
Puluhan Personel SAR Tertahan di Lokasi Jatuhnya Casa 212
TEMPO.CO, Medan - Pasca evakuasi korban jatuhnya pesawat Casa 212-200 PK-TLF milik maskapai PT Nusantara Buana Air, Ahad kemarin, Badan Search And Rescue Nasional kini memfokuskan untuk mengeluarkan 62 personel mereka termasuk kru salah satu televisi nasional.
Mereka masih berada di lokasi bangkai pesawat, di kawasan Gunung Hulu Sikelam, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Mereka baru mencapai lokasi jatuhnya pesawat, Senin pagi, 3 Oktober 2011.
Upaya mengeluarkan tim SAR telah dilakukan Senin pagi, tapi gagal akibat cuaca buruk. “Hanya dua personel SAR yang berhasil dibawa. 62 personel masih di lokasi,” kata Kepala Badan SAR Nasional Medan, Hadi Tugimin, kepada Tempo.
Pesawat Casa 212-200 yang bertolak dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Bandar Udara Alas Leuser Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, jatuh pada Kamis pekan lalu. Akibatnya, 18 orang tewas.
Sejak itu, upaya evakuasi dilakukan melalui jalur darat oleh personel SAR yang berasal dari Angkatan Darat, Angkatan Udara, Brigade Mobil, Basarnas dan relawan. Mereka menempuh jalur hutan dan curam dari lokasi berbeda. “Sebagian ada yang berangkat dari Tanah Karo,” jelas Hadi.
Sabtu pekan lalu, tim SAR yang menempuh jalur hutan belantara diperintahkan kembali. Beberapa tim masih terus melanjutkan perjalanan menuju lokasi pesawat. Hadi mengakui hal itu terjadi karena gangguan komunikasi. “Ya, komunikasi tidak dapat dilakukan,” kata Hadi. Hadi melanjutkan hal itu karena medan berat untuk dilalui.
Sebanyak 62 anggota tim SAR, malam ini masih bertahan di lokasi jatuhnya pesawat, Gunung Hulu Sikelam-kawasan Gunung Leuser. “Besok (Selasa) pagi mereka akan diupayakan dibawa dengan empat helikopter. Semoga cuaca besok, bagus,” kata Hadi.
Upaya membawa para tim SAR, Hadi mengakui, telah dilakukan sejak Senin pagi. “Cuaca buruk, hanya dua yang berhasil dibawa,” katanya.
SOETANA MONANG HASIBUAN





