TEMPO/Amston Probel
Topik
Dalam Sehari, Orangutan Habiskan 50 Pohon Sawit
TEMPO.CO, Samarinda - Peneliti orangutan (Pongo pygmaeus morio) dari Universitas Mulawarman, Dr. Yaya Rayadin, mengungkapkan satu individu orangutan bisa menghabiskan 30-50 tanaman kelapa sawit berumur di bawah 1 tahun dalam satu hari. Orangutan biasanya memakan daun muda, pangkal akar, dan umbut sawit yang menyebabkan pohon rusak. "Karena itu orangutan disebut hama sawit, sehingga dianggap harus disingkirkan," kata Yaya Rayadin, Senin, 3 Oktober 2011.
Berdasarkan penelitiannya, orangutan dalam sehari memakan sekitar 200-an jenis makanan yang salah satunya kelapa sawit.
Yaya Rayadin meneliti populasi orangutan di kawasan lanskap Kutai meliputi perusahaan tambang batubara, HTI, kebun kelapa sawit, Hutan Lindung Bontang, dan Taman Nasional Kutai, Kutai Timur. Populasi orangutan di kawasan ini diperkirakan mencapai 2.500-3.000 ekor berdasarkan penelitian 2009-2010.
Dibandingkan konversi lahan untuk pertambangan batubara atau hutan tanaman industri (HTI), konflik terbesar orangutan adalah dengan perusahaan kelapa sawit. Menurut Yaya, jarang terjadi orangutan konflik dengan masyarakat.
Saat ini, kata Yaya, habitat orangutan terus terancam akibat konversi lahan. Akibat konversi lahan itu habitat orangutan menjadi rusak, sehingga orangutan tak ada pilihan lain kecuali mencari makanan dengan masuk ke kawasan kebun sawit. "Ini yang sering membuat orangutan terjebak, bisa diusir, dibantai, atau dikembalikan ke kawasan konservasi," katanya.
Tahun 2009-2010 terungkap pembantaian besar-besaran terhadap orangutan yang dilakukan perusahaan kelapa sawit di Muara Cepak, Kecamatan Mauara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pembantaian melibatkan masyarakat sekitar perkebunan sawit. "Saya mendengarnya, tapi saya tak pernah melihat," kata Yaya.
Dia menduga pembantaian itu karena orangutan dianggap sebagai hama yang merugikan perusahaan kelapa sawit. Jika dalam sehari satu ekor orangutan bisa merusak 50 pohon sawit, kerugiannya senilai Rp 1 juta.
Sebenarnya, kata dia, tak seluruh perusahaan kelapa sawit membenci orangutan. Ada sejumlah perusahaan sawit yang berkomitmen mengkonservasi orangutan. Tapi konservasi orangutan membutuhkan lahan yang cukup luas, idealnya 100 ekor oangutan direlokasi pada kawasan 10.000 ha. "Tapi izinnya susah, hampir sama saja dengan mengurus izin HPH, kan bertentangan lagi," katanya.
FIRMAN HIDAYAT





